Kita Adalah Perjalanan

Kita Adalah Perjalanan

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 24, 2024
Lahir sebagai seorang Introvert bukanlah sebuah pilihan, namun bisa dikatakan sebagai sebuah takdir. Keadaan itu bukanlah sebuah kemauan, melainkan sebuah tekanan yang muncul dari dalam. Tekanan yang secara tidak langsung membuat mereka yang dikatakan sebagai "introvert" lebih memilih menghindari kerumunan, sebaliknya lebih senang berdiam diri dibalik kamar mencari ketenangan. Menghabiskan waktu seorang diri adalah fashion mereka. Sama halnya seperti, Alta seorang mahasiswa Informatika berusia 20 tahun yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk berseluncuran di dunia maya dibalik dinding kamar yang dingin, sepi, sunyi. Berbeda halnya dengan laki-laki seusianya yang lebih suka mengeksplor dunia luar, menginjaki belahan bumi Indonesia yang lain, mencari ketenangan lewat perjalanan. Hal demikian, justru lahir pada jiwa seorang perempuan bernama Tasya, mahasiswi akuntansi bertubuh slim dengan rambut pendek sepundak. Tidak ada yang menyangka, keduanya bertemu pada situasi yang tidak disangka. Bagaimana pertemuan itu, apakah akan mengubah cara pandang Alta terhadap dunia, atau malah sebaliknya.
Todos los derechos reservados
#479
yogyakarta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 74/366
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • KISAH DI BALIK KESALAHAN
  • Hi, Pak Dosen!
  • Diary Nur
  • AGATHA [TERBIT]
  • Sekar Ayu Kinanthi
  • So I Married A Senior
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido