KALIX |On Going|

KALIX |On Going|

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2024
Kalix Alferd Fenedrick, anak tunggal dari keluarga Fenedrick. Pandangan awal memandang wajahnya memang terlihat biasa. Hidung dan mata yang begitu sempurna menambah kesan menggoda di dalamnya. Tatapan tajam bak raja wali mematahkan seluruh hati yang tertuju padanya. Namun, di balik kesempurnaan itu ada hal yang mengganggu jiwa dan batinnya. Sejak umur 7 tahun, ia menderita gangguan mental tahap 2 yang membuat mentalnya tak senormal manusia biasa. *16 tahun yang lalu* *"KALIX!!!" Teriakan hebat keluar dari mulut seorang pria paruh baya. Berlari cepat menuju anak berusia 7 tahun yang sekarang sedang memotong tubuh anak kambing tanpa wajah bersalah. "Ini seru Ayah, hahaha." Mata berbinar dan air liur mengalir membanjiri bibir anak itu. Seolah menjadi serigala yang tak makan seratus tahun. Darah dari hewan yang telah ia potong menyelimuti bajunya, awalnya berwarna putih, kini berganti warna menjadi merah darah. James atau ayah Kalix langsung merampas pisau dari genggaman anaknya itu. "Ini bukan mainan bod*h." Dengan kecepatan kilat, tangan James menampar keras di wajah anaknya yang menyebabkan memar merah terbentuk. ujung bibir Kalix terangkat, bukannya merasakan sakit dan menangis, anak itu tertawa yang membuatnya lebih mengerikan daripada psikopat di film Vicenzo. Tangan yang berlumuran darah, ditambah tatapan maut dari anak itu menusuk keras batin James. "Hahaha, ayah.....bermainlah denganku." "DASAR ANAK GILA!" * . . . KALIX
All Rights Reserved
#523
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Rindu
  • the devil my husband
  • Archetypal [Terbit]
  • 𝐀𝐋𝐓𝐄𝐑 (𝕄𝔸𝔽𝕀𝔸 𝕊𝕋𝕆ℝ𝕐) || ᴇɴʜʏᴘᴇɴ
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines