AFTER RAIN

AFTER RAIN

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Surabaya... Ia melirik jam di pergelangan tangan dan melihat sekelilingnya. Kawan kawanya tertidur pulas. Farhan menengok kesamping, ternyata hujan mulai sedikit reda, pikirnya. Ia duduk tepat di sebelah jendela kaca bus yang membawanya. Matanya beradu pandang dengan seorang gadis di bus seberang. Gadis itu menahan tawa melihatnya. Lantas Farhan tak bisa menahan kedutan bibirnya, ia ikut menyungingkan senyum balasnya. Melihat gadis itu Farhan melambai seolah menyapa, tapi gadis itu memberi isyarat tangan padanya. Farhan mengikuti gerak gerik sang gadis. Gadis itu menunjuk lingkaran di hidungnya serta garis di sekitar pipinya. Ia mengucapkan sesuatu tapi Farhan tak mengerti. Belum sempat memahami ucapan sang gadis, bus yang ditumpanginya kini telah melaju. Gadis itu pergi dari pandangan mata Farhan bersamaan dengan laju busnya. ____________________________________________ "Siapa, Han?" "Tak tahu, tapi seperti pernah melihatnya" pria itu menatap kearah gadis bergaun navy itu penuh harap.
All Rights Reserved
#6
daebak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
  • Aku Adalah Lukamu
  • DANADYAKSA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • GILANG ABRAHAM
  • Asmaraloka
  • MEISYA

Sejak pertemuan pertama mereka, Farhan sudah memberitahu agar Khanza lebih baik tidak mengingatnya. Tapi sosok Farhan yang misterius di mata Khanza tidak bisa menghentikan gadis itu untuk tertarik padanya, pada kepribadiannya, atau pada masa lalunya. Tatapan dingin itu menyimpan sesuatu yang mengerikan. Satu persatu kenyataan tentang masa lalu Farhan pun terungkap. "Tetaplah seperti ini Za. Aku ingin kamu terus ada di sisiku." Permintaan yang terdengar egois memang, namun Khanza bisa merasakan ketulusan dari suaranya. Ragu-ragu Khanza tetap membiarkan Farhan seperti ini. Perasaan aneh itu muncul lagi. Ia mencoba meraba detak jantungnya. Perasaan macam apa ini? Khanza mulai merasa ini tidak wajar. Yang ia tahu saat ini, hanya betapa Khanza semakin ingin menjaga Farhan dan menghapus segala kesedihan dari mata itu. ©buku ini telah terbit oleh Pena House Cetakan pertama Desember 2015

More details
WpActionLinkContent Guidelines