AFTER RAIN

AFTER RAIN

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
Surabaya... Ia melirik jam di pergelangan tangan dan melihat sekelilingnya. Kawan kawanya tertidur pulas. Farhan menengok kesamping, ternyata hujan mulai sedikit reda, pikirnya. Ia duduk tepat di sebelah jendela kaca bus yang membawanya. Matanya beradu pandang dengan seorang gadis di bus seberang. Gadis itu menahan tawa melihatnya. Lantas Farhan tak bisa menahan kedutan bibirnya, ia ikut menyungingkan senyum balasnya. Melihat gadis itu Farhan melambai seolah menyapa, tapi gadis itu memberi isyarat tangan padanya. Farhan mengikuti gerak gerik sang gadis. Gadis itu menunjuk lingkaran di hidungnya serta garis di sekitar pipinya. Ia mengucapkan sesuatu tapi Farhan tak mengerti. Belum sempat memahami ucapan sang gadis, bus yang ditumpanginya kini telah melaju. Gadis itu pergi dari pandangan mata Farhan bersamaan dengan laju busnya. ____________________________________________ "Siapa, Han?" "Tak tahu, tapi seperti pernah melihatnya" pria itu menatap kearah gadis bergaun navy itu penuh harap.
All Rights Reserved
#19
after
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Asmaraloka
  • Aksara Lingga
  • GRIZLEN {On Going}
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Aku Adalah Lukamu
  • She Pluviophile
  • GOLD

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines