AFTER RAIN

AFTER RAIN

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
Surabaya... Ia melirik jam di pergelangan tangan dan melihat sekelilingnya. Kawan kawanya tertidur pulas. Farhan menengok kesamping, ternyata hujan mulai sedikit reda, pikirnya. Ia duduk tepat di sebelah jendela kaca bus yang membawanya. Matanya beradu pandang dengan seorang gadis di bus seberang. Gadis itu menahan tawa melihatnya. Lantas Farhan tak bisa menahan kedutan bibirnya, ia ikut menyungingkan senyum balasnya. Melihat gadis itu Farhan melambai seolah menyapa, tapi gadis itu memberi isyarat tangan padanya. Farhan mengikuti gerak gerik sang gadis. Gadis itu menunjuk lingkaran di hidungnya serta garis di sekitar pipinya. Ia mengucapkan sesuatu tapi Farhan tak mengerti. Belum sempat memahami ucapan sang gadis, bus yang ditumpanginya kini telah melaju. Gadis itu pergi dari pandangan mata Farhan bersamaan dengan laju busnya. ____________________________________________ "Siapa, Han?" "Tak tahu, tapi seperti pernah melihatnya" pria itu menatap kearah gadis bergaun navy itu penuh harap.
All Rights Reserved
#23
after
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEISYA
  • GOLD
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • GILANG ABRAHAM
  • Asmaraloka
  • GRIZLEN {On Going}
  • She Pluviophile
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
MEISYA

"Papa, sepatunya kena wajah Meisya ...." "Cukup, Pa!" "Papa, Meisya kesakitan sekarang." "Meisya minta maaf." "Meisya mohon maafin Meisya ...." "Pa, kaki Meisya perih ...." "Tangan Mei juga perih, Pa." "Meisya gak akan bolos lagi, Pa. Meisya janji." "Semuanya sakit, Pa. Peluk Meisya saat kesakitan, Pa," pinta Meisya dengan bergetar. ---><--- Meisya Keyrila Cheryl, gadis kelas sebelas yang hidup dengan penuh rasa sakit. Sakit fisik, dan juga hatinya. Orangtuanya yang tak menganggapnya ada sangat membuatnya merasa benar-benar tak dianggap di keluarganya. Meisya hanya hidup bersama tiga kakaknya yang menyayanginya. Tapi karena suatu masalah, kakaknya menjauh dan membencinya. Bahkan tak jauh berbeda dengan orangtuanya yang tak menganggapnya ada. Walaupun begitu, Meisya begitu bersyukur karena ada laki-laki yang selalu ada untuknya. Menjaganya dan bersikap seolah Meisya adalah adiknya, walau dalam hatinya menyimpan rasa yang lebih. Siapakah laki-laki itu? Lalu penderitaan apalagi yang dialami Meisya? ---><--- Jangan plagiat ya, Sayang! Dosa loh!! Jangan lupa tinggalkan jejak!💙

More details
WpActionLinkContent Guidelines