My one and only U (universe)

My one and only U (universe)

  • WpView
    Reads 237
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Disaat dirimu sedang sangat terpuruk, berada dititik paling bawah. Kamu jangan khawatir, kan ada aku yg slalu menemanimu. Percaya deh sama aku, Aku ga akan pergi kemana mana. Karna sejak hari itu, kamu slalu menjadi yg paling berharga dalam hidupku. -untukmu, seorang bintang dunia- -untukmu, seseorang yg slalu menemaniku- Bahagia kurasakan kala hari itu kita bertemu. Jujur, tak ada orang yg mau mendengarku bercerita selama berjam jam lamanya, bahkan sekadar mendengar ceritaku semenitpun tak ada yg mau. Dan kamu, merelakan sisa waktumu bersamaku. Tapi aku salah. Nyatanya, manusia takkan lepas dari masalah. Dan tanpa kita sadari, diri kita adalah penyemangat bagi orang lain. Jujur, itu lebih menyakitkan dari apapun. Sekarang, bolehkah aku yg menjagamu? Karna nyatanya, dibalik orang sukses ada seseorang yg slalu mendukung dikala suka dan duka. Dan untukmu, seseorang yg paling berarti dalam hidupku. Trimakasih untuk segalanya. Pair: Sunghoon × Jongseong Dan akan bertambah.
All Rights Reserved
#17
sungjay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • (BTOB) Tak lekang oleh Waktu
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Printemps
  • RESPECT ME  [Complete]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Kamu Adalah Cintaku♥ OSH X CTZ

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines