YISO & YUZEL

YISO & YUZEL

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2024
Di ujung pintu ada satu anak lelaki yang tengah melihat seorang anak perempuan dengan rambut pendek yang menggunakan bandana pink terlihat sedang menangis, tidak tau apa penyebab anak tersebut menangis sendirian. Padahal semua anak di yayasan ini sedang berkumpul, merayakan acara bulanan yang rutin dilaksanakan. "Hei", teriak anak lelaki terebut. Tidak ada respon dari anak perempuan yang tengah menangis itu, dengan inisiatif anak lelaki itu berlari ke arah nya. Tepat di depan anak perempuan yang sedang menangis, anak lelaki tersebut berdiri. Menyodorkan sebuah permen lolipop, kemudian anak perempuan tersebut mendongak. "Nih buat kamu". "Buat aku?". "Iya lah, disini yang nangis cuma kamu. Ambil, jangan nangis dan segera bergabung dengan yang lain". Setelah mengucapkan kalimat itu, anak lelaki tersebut berbalik badan kemudian meninggalkan nya sendirian. Anak perempuan itu berdiri, kemudian ia berteriak "terimakasih, di lain waktu kita kenalan". Anak itu tersenyum tanpa membalikan badannya, semakin cepat langkahnya hingga tidak terlihat lagi. Anak perempuan yang sedang menangis tadi, berbalik arah menuju tempat acara. Sebelumya ia membersihkan sisa-sisa air mata yang masih ada di pipinya.
All Rights Reserved
#253
kisahkasihdisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • LUKA BERAKHIR DUKA
  • Need Someone💔
  • Nayara [ TERBIT ]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Promise or Leave
  • TIREYA
  • Angkasa (Forget Me Not)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines