Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaLengkap Rab, Jun 26, 2024
WARNING!!⚠ Cerita ini murni dari imajinasi penulis dan tidak terjadi di dunia nyata. Maka jadilah pembaca yang baik untuk membedakan Real dan Fan Fiction. Semua tokoh memiliki hak cipta Tuhan dan orang tua mereka. Apabila terjadi kesamaan nama dan latar belakang, ini merupakan kesalahan yang tidak di sengaja. Mohon untuk menghargai setiap karya penulis. Sekian, Terimakasih Dari belakang kupandang punggung itu. Punggung yang selama ini sangat baik kepadaku. Terkadang aku bertanya "Mungkinkah dia menyukaiku?" dukkkk!! tak tersadar aku menabraknya "Jalan jangan sambil ngalamun!", Bentaknya dengan nada tinggi. "Mikirin apa sih? Dua human tadi?! Udah biarin aja. Masa dari dulu ngga muve on muve on sih!" "Perasaan baru kemarin deh" ucapku dengan nada lirih.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • MAHESWARI  (selesai)
  • JAM 3 SORE
  • kiara's dream
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Ratapan seorang JONES!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • My Duchess / End

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan