Duka dibalik Pengkhianatan

Duka dibalik Pengkhianatan

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2024
Cerita ini mengisahkan perjalanan seorang anak kecil bernama Maya yang tumbuh dewasa dengan kemandirian dalam menghadapi pengkhianatan yang tak terduga. Di tengah kegelapan dan kesedihan, Maya harus mencari kekuatan dalam dirinya untuk bangkit. Ia mencoba untuk memahami dan memproses perasaan sakit yang menggerogoti hatinya. Melalui dukungan keluarga dan teman-teman baru, Maya perlahan-lahan mulai menyembuhkan luka-luka emosionalnya. Dalam prosesnya, Maya menemukan kembali makna kebahagiaan dan arti kepercayaan. Ia belajar untuk memaafkan dirinya sendiri atas ketidakpekaannya, dan akhirnya memutuskan untuk melepaskan masa lalu yang menyakitkan. Beberapa tahun kemudian, Maya Kembali mencari informasi tentang keberadaan Arman . Maya bertekad untuk melanjutkan hidupnya bersama Arman dengan semangat baru, memulai lembaran baru yang lebih cerah tanpa bayang-bayang pengkhianatan. Purwodadi, 24/06/2024 Ayu Nirmala
All Rights Reserved
#33
prestasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Awan Hiasan [terbit]
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • SEMESTA
  • REWRITTEN | END
  • Di Pertemukan
  • VeeNara
  • HIKI PRANAJA
  • Another Aluna

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines