From Eyes to Heart

From Eyes to Heart

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2024
Semua bergantung saat ini. Andra tidak tahu bagaimana harus bertindak setelah kejadian yang sudah ia lakukan pada Sabil. Antara cerai atau bertanggung jawab, namun Andra akan mempertahankan semuanya. Ia tidak boleh melepas Sabil, namun ia tahu jika Sabil pasti akan langsung meminta Andra untuk menceraikannya. Jika saja Andra tidak mabuk malam itu, andai saja Andra tidak pulang malam itu. Semua andai-andai yang ada di pikiran Andra malah ia pikirkan padahal yang ia butuhkan hanya berbicara dengan Sabil. Jika saja ia tidak menikah dengan Sabil, tidak akan ada kesepakatan sialan itu, "Bi, saya harus gimana?" Andra bertanya pada pengasuhnya yang paling mengenalnya sejak kecil. "Aden sudah besar, Aden juga sudah mengerti kalau sudah dilanggar itu harus bagaimana kan?" Bibi bertanya dan Andra hanya diam. "Lagian kalian sudah sama-sama dewasa, bibi yakin bisa dibicarakan sama Neng Sabil." Lanjut Bibi. Andra diberikan pilihan yang sulit, entah bagaimana kedepannya, ia membutuhkan istirahat saat ini, mungkin besok ia akan mendapatkan kekuatannya kembali untuk meraih hati Sabil agak tidak menceraikannya. pic : pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • A Snowy Winter
  • After Wedding [END]
  • Say Bye
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • JEEVANA
  • My Baby Boy [TAMAT]
  • Love In NOUBELLIA

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines