Is Happiness Still There?

Is Happiness Still There?

  • WpView
    LECTURAS 129
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 28, 2024
Berasal dari keluarga sederhana tak pernah membuat Aleta merasa rendah diri. Justru, itulah bahan bakar semangatnya-untuk bangkit, membuktikan bahwa ia bisa, dan menjawab semua ejekan dari keluarga ayahnya dengan kesuksesan. Namun, hidup tak selalu berjalan semanis harapan. Aleta harus menghadapi badai demi badai, cobaan yang datang tanpa henti. Tapi di balik senyum yang selalu ia tunjukkan, ada luka yang ia simpan sendiri. Ia terus belajar, siang dan malam, bahkan mengikuti les tambahan demi satu tujuan: membahagiakan ibunya. Baginya, cukup ia yang lelah. Ibunya sudah terlalu banyak berkorban-mencari uang, bekerja keras, membanting tulang demi masa depan sang putri. Maka, Aleta tak ingin mengecewakan. Namun, ambisi sang ibu agar Aleta menjadi yang terbaik tanpa sadar menjadi pedang bermata dua. Di tengah usaha mengejar peringkat tertinggi saat kelulusan, Aleta mengabaikan hal terpenting: kesehatan dirinya sendiri. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Aleta menyimpan penyakit berbahaya. Satu hal yang perlahan-lahan menggerogoti tubuh dan harapannya. Apakah Aleta akan berhasil melewati semua ini dan berdiri di puncak seperti yang ia impikan? Atau justru, ia harus menyerah pada kenyataan pahit saat mimpi hanya selangkah lagi tercapai? Temukan jawabannya dalam kisah mengharukan: "Is Happiness Still There?"
Todos los derechos reservados
#729
fyp
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MEMELUK LUKA [END]
  • LIFELINE [End]
  • Ini Aku, Erlang
  • SetaLyna
  • Carpe diem that is hard to find
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Lost Haven [END]
  • The Secret Of Old School
  • The Light, Its Dark, and Hope

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido