Story cover for 𝐀𝐥𝐥𝐮𝐬𝐢𝐨𝐧 by flynzz
𝐀𝐥𝐥𝐮𝐬𝐢𝐨𝐧
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jun 24, 2024
(Poetry Antology)

Perjalanan spiritual dan moral manusia dalam menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran dan petunjuk Tuhan. Setiap puisi menyelami kompleksitas dan tantangan yang dihadapi manusia dalam mematuhi perintah Tuhan, serta konsekuensi dari melanggar larangan-Nya. Melalui metafora, imaji, dan kata-kata yang indah, puisi-puisi ini memperkuat pesan tentang pentingnya kesetiaan, kepatuhan, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berarti di bawah naungan-Nya. Dari kegelapan menuju cahaya, dari kebingungan menuju kebijaksanaan, sekumpulan puisi yang menuntun pembaca untuk merenungkan arti sejati dari ketaatan dalam mengarungi kehidupan yang penuh gempuran.
All Rights Reserved
Sign up to add 𝐀𝐥𝐥𝐮𝐬𝐢𝐨𝐧 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Pendekar Dari Pajajaran by salaka27
2 parts Ongoing
Setiap kerajaan besar menyimpan dua hal yang tak terelakkan: kejayaan... dan keretakan. Di Tarumanagara, pecahan-pecahan itu mulai terasa seperti getar halus di permukaan air-nyaris tak terdengar, tapi menyimpan badai yang sabar. Patih Wilagni tahu: ia sedang berdiri di antara sisa-sisa peradaban yang megah, tapi rapuh. Di usia senjanya, ia hanya ingin diam di beranda, mendengar suara angin dan cucu yang tertawa. Tapi sejarah jarang mengizinkan seseorang pergi tanpa luka. Tuduhan, pengkhianatan, dan dendam masa lalu mendesaknya untuk memilih: diam... atau melindungi yang ia cintai. Aryaseta, putra semata wayangnya, belum sepenuhnya tahu bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah warisan dari masa yang runtuh. Ia masih membaca sastra tua di kamarnya, tidak tahu bahwa namanya sedang ditimbang di ruang-ruang kekuasaan yang tak ia kenal. Dan Santanu, bekas prajurit yang memilih menjauh dari hiruk-pikuk istana, kini harus kembali menakar kesetiaan di atas luka. Di antara rempah-rempah dagangannya, ia menyimpan satu sumpah: agar tak satu pun anak cucunya jatuh ke dalam lingkaran dendam keraton. Lalu, Tarumanagara pun pecah. Dari rahimnya lahir dua anak kandung yang tak lagi saling mengenal: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Satu ingin melanjutkan nama, satunya ingin memulai yang baru. Tapi sejarah tidak pernah bisa ditulis tanpa darah. "Petaka di Tarumanagara" bukan sekadar kisah tentang raja dan perang. Ini adalah narasi tentang perpisahan, tentang keberanian menyelamatkan jiwa meski kehilangan segalanya, dan tentang cinta yang bertahan meski dunia berubah bentuk. Bila kekuasaan adalah lingkaran, maka cerita ini adalah tentang orang-orang yang memilih keluar dari pusaran itu-demi cinta, demi warisan yang lebih luhur daripada tahta.
You may also like
Slide 1 of 8
Pendekar Dari Pajajaran cover
Sedalam Samudera  cover
Hikayat : Jejak sunyi dipadang gersang (Book) cover
Ruang Kosong di Antara Jingga cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh  cover
love's poetry cover
Ruang Gelap: Ketenangan dalam Hitam cover

Pendekar Dari Pajajaran

2 parts Ongoing

Setiap kerajaan besar menyimpan dua hal yang tak terelakkan: kejayaan... dan keretakan. Di Tarumanagara, pecahan-pecahan itu mulai terasa seperti getar halus di permukaan air-nyaris tak terdengar, tapi menyimpan badai yang sabar. Patih Wilagni tahu: ia sedang berdiri di antara sisa-sisa peradaban yang megah, tapi rapuh. Di usia senjanya, ia hanya ingin diam di beranda, mendengar suara angin dan cucu yang tertawa. Tapi sejarah jarang mengizinkan seseorang pergi tanpa luka. Tuduhan, pengkhianatan, dan dendam masa lalu mendesaknya untuk memilih: diam... atau melindungi yang ia cintai. Aryaseta, putra semata wayangnya, belum sepenuhnya tahu bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah warisan dari masa yang runtuh. Ia masih membaca sastra tua di kamarnya, tidak tahu bahwa namanya sedang ditimbang di ruang-ruang kekuasaan yang tak ia kenal. Dan Santanu, bekas prajurit yang memilih menjauh dari hiruk-pikuk istana, kini harus kembali menakar kesetiaan di atas luka. Di antara rempah-rempah dagangannya, ia menyimpan satu sumpah: agar tak satu pun anak cucunya jatuh ke dalam lingkaran dendam keraton. Lalu, Tarumanagara pun pecah. Dari rahimnya lahir dua anak kandung yang tak lagi saling mengenal: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Satu ingin melanjutkan nama, satunya ingin memulai yang baru. Tapi sejarah tidak pernah bisa ditulis tanpa darah. "Petaka di Tarumanagara" bukan sekadar kisah tentang raja dan perang. Ini adalah narasi tentang perpisahan, tentang keberanian menyelamatkan jiwa meski kehilangan segalanya, dan tentang cinta yang bertahan meski dunia berubah bentuk. Bila kekuasaan adalah lingkaran, maka cerita ini adalah tentang orang-orang yang memilih keluar dari pusaran itu-demi cinta, demi warisan yang lebih luhur daripada tahta.