Loverdose

Loverdose

  • WpView
    Reads 154,046
  • WpVote
    Votes 8,448
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Feb 6, 2025
Delapan tahun berlalu semenjak perpisahan mereka, garis takdir kembali mempertemukan dua manusia yang tak sempat memulai apa-apa itu. Ghina yang menerima permintaan penting sebagai penasihat hukum untuk kasus pembunuhan, membawanya bertemu kembali dengan Raksa, teman satu perkuliahannya yang ternyata adalah tersangka yang harus ia bela. Usia mereka berdua sudah 28 tahun. Tidak ada lagi asmara dewasa tanggung. Setelah 8 tahun, kisah mereka akhirnya dimulai. . R18+ warnings : mature content, triggering scenes, mental health issues, and harsh words.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Toxic Relationship
  • Toxic [End]
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • You Got It
  • Changed [Completed]
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Palmistry [OffGun]
  • Terjebak Rayuan Cinta Ayahnya Anakku✓
  • Materialistic
  • JALAN PULANG (ON GOING)

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines