Story cover for BACK TO 1994 by CenilPink
BACK TO 1994
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado jun 26, 2024
Seorang anak laki-laki bernama Mahesa mengalami perjalanan waktu yang mana dirinya sekarang berada di tahun 1994, Awalnya Mahesa bingung kenapa ia mengalami perjalanan waktu, tapi jawaban dari pertanyaannya itu seolah datang sendiri kepadanya saat "bara" ayahnya sendiri yang berusia sama dengannya yaitu 19 tahun datang kepadanya.

" Oh iya nama mu siapa? Aku lupa " tanya bara sambil tersenyum.

" Mahesa Andreas" jawab Mahesa 

" Waww nama belakang ku juga andreas apa kau anak selingkuhan ayahku? " Tanya bara dengan mata melotot.

"Aduh aku tidak tahu kalau ayahku ternyata sebodoh ini " 

penasaran? yuk baca
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir BACK TO 1994 a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#249perjalananwaktu
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Kepingan Kisah dalam Sejarah de BirdPipit16
29 partes Concluida
Teguh seorang laki-laki yang terlahir pada pertengahan abad ke-20 di sebuah desa perbukitan yang menjulang dan gersang. Kehadirannya bagai permata bersinar untuk bapak dan ibu, bagaimana tidak, di usia yang masih belia, Teguh sudah disibukkan untuk membantu pekerjaan orangtua, namun hal itu tidak membuatnya surut akan semangat dalam mencari ilmu. Semua itu tak lain, karena dilatar belakangi oleh harapan sang bapak yang begitu besar kepada anak laki-laki pertamanya, agar kelak Teguh menjadi laki-laki yang mampu meniup ruh semangat pendidikan di kampung halaman. Setelah kelulusannya Teguh diperintahkan sang Kyai untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar ke negeri Piramida. gayungpun bersambut karena Bapak tak kalah semangat mendorong putranya untuk mengikuti seleksi tersebut. Dan pada akhirnya nama Teguh berjejer rapih di papan pengumuman mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa dan siap diberangkatkan ke Mesir. Tapi hati Teguh tak siap, tidak seperti namanya, justru ia tak ingin pergi, langkahnya sangat berat untuk meninggalkan kampung halamannya. Hal itulah yang kemudian mendorongnnya untuk berbohong kepada bapakanya dengan mengatakan kabar sebaliknya, ia tak lolos seleksi beasiswa. Bagaimanakah perjalanan kisah Teguh selanjutnya? Apakah kebohongan itu akan bertahan lama, ataukah cepat tercium oleh sang bapak. Benarkah kesempatan belajar di negeri para nabi yang semua orang inginkan itu akan terlewat begitu saja hanya karena langkah beratnya meninggalkan kampung halaman? Mari ikuti perjalanan hidupnya yang penuh Inspiratif dalam buku Kepingan Kisah dalam Sejarah.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Kepingan Kisah dalam Sejarah cover
Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)  cover
BACK TO 2019 cover
RAKA: Diantara waktu Yang Tak Pernah Memeluk cover
[TAMAT]Black Fortunes cover
The Boy Who Strayed  cover
Lintas Waktu (Tamat) cover
14 DAYS cover
JEJAK WAKTU (On Going) cover
Maybe Happy?✔ cover

Kepingan Kisah dalam Sejarah

29 partes Concluida

Teguh seorang laki-laki yang terlahir pada pertengahan abad ke-20 di sebuah desa perbukitan yang menjulang dan gersang. Kehadirannya bagai permata bersinar untuk bapak dan ibu, bagaimana tidak, di usia yang masih belia, Teguh sudah disibukkan untuk membantu pekerjaan orangtua, namun hal itu tidak membuatnya surut akan semangat dalam mencari ilmu. Semua itu tak lain, karena dilatar belakangi oleh harapan sang bapak yang begitu besar kepada anak laki-laki pertamanya, agar kelak Teguh menjadi laki-laki yang mampu meniup ruh semangat pendidikan di kampung halaman. Setelah kelulusannya Teguh diperintahkan sang Kyai untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar ke negeri Piramida. gayungpun bersambut karena Bapak tak kalah semangat mendorong putranya untuk mengikuti seleksi tersebut. Dan pada akhirnya nama Teguh berjejer rapih di papan pengumuman mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa dan siap diberangkatkan ke Mesir. Tapi hati Teguh tak siap, tidak seperti namanya, justru ia tak ingin pergi, langkahnya sangat berat untuk meninggalkan kampung halamannya. Hal itulah yang kemudian mendorongnnya untuk berbohong kepada bapakanya dengan mengatakan kabar sebaliknya, ia tak lolos seleksi beasiswa. Bagaimanakah perjalanan kisah Teguh selanjutnya? Apakah kebohongan itu akan bertahan lama, ataukah cepat tercium oleh sang bapak. Benarkah kesempatan belajar di negeri para nabi yang semua orang inginkan itu akan terlewat begitu saja hanya karena langkah beratnya meninggalkan kampung halaman? Mari ikuti perjalanan hidupnya yang penuh Inspiratif dalam buku Kepingan Kisah dalam Sejarah.