Oktober (Awal & Akhir di bulan 10)
  • Odsłon 18
  • Głosy 4
  • Części 2
  • Odsłon 18
  • Głosy 4
  • Części 2
W Trakcie, Pierwotnie opublikowano cze 27, 2024
Sebagian orang menganggap bahwa menjadi anak perempuan satu-satunya itu sangat menyenangkan. Namun tidak dengan gadis yang bernama Okta Farania, ia merasa hidupnya tidak adil.

Tiga saudara laki-laki nya sangat beruntung bisa merasakan kasih sayang orang tua, mereka di rawat oleh Tante sari dan sudah di anggap seperti anak sendiri. berbeda dengan Okta yang tinggal bersama Tante via yang hanya menganggap nya sebatas kaponakan saja. Padahal ia sudah menganggap Tante via sebagai ibu nya sendiri. Karna, dari kecil Okta telah di rawat oleh Tante via sejak ibunya meninggal.

"Tante, Okta mau izin ikut kegiatan sekolah di kota."

"Pergi saja."

Okta sedikit kecewa dengan jawaban tante nya itu. Bukan karna tidak ingin ikut kegiatan itu, tapi ia merasa Tante via tidak terlalu mengkhawatirkan nya. Ia juga ingin seperti teman-temannya yang begitu di sayang dan di khawatirkan oleh orang tuanya jika bepergian.

Okta yang malang, kejadian seperti itu sudah biasa bagi nya. Karna selama tinggal bersama Tante via, ia tidak pernah mendapatkan perhatian lebih.
Bukannya ia ingin mengemis kasih sayang, hanya saja ia merasa di bedakan. Terlebih Tante via juga mempunyai anak kandungnya sendiri.
Okta merasa cukup tau diri ia hanya beban dalam keluarga.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Oktober (Awal & Akhir di bulan 10) do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
or
Wytyczne Treści
To może też polubisz
Antagonis's Secret Wife (OnGoing)  autorstwa KentangBogel17
39 części W Trakcie
(𝐒𝐞𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 5) ғᴏʟʟᴏᴡ ᴅᴀʜᴜʟᴜ ᴀᴋᴜɴ ᴘᴏᴛᴀ ɪɴɪ ᴜɴᴛᴜᴋ ᴍᴇɴᴅᴜᴋᴜɴɢ ᴊᴀʟᴀɴɴʏᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ♥︎ ______________ "Bul ayo dong mau ya, ya? Istri gaboleh nolak ajakan suami ingat kata Mommy!" "Apasih Gar? Sehari aja gak rewel bisa?" sungguh Bulan malas sekali meladeni bayi besar ini. "Kita bikin proyek baby triplets, biar yg satu jadi atlet basket, yang kedua jadi pesepak bola, terus yg terakhir jadi pemain volly! ☽☽☽☽ Pernah dengar kata seorang antagonis terlahir dari orang baik yang tersakiti? Mungkin itu juga yang Bulan Nayara Ayudisha labelkan pada salah satu tokoh Antagonis berperan jahat dalam novel Fatamorgana, Sagaragas Gelano Andromeda tokoh pria yang memiliki masa kecil suram dan gelap karena dibuang kedua orang tuanya hingga mendapatkan banyak bullying dari anak sebayanya. Siapa sangka laki-laki yang memiliki garis bekas luka diatas alisnya justru tumbuh menjadi pria dewasa dengan kepribadian keras juga dicap berhati dingin oleh semua murid SMA Amandora, sekaligus pemimpin gangster besar bernama CERBERUS yang dalam artian adalah anjing dari neraka, dibalik karakternya yang hanya muncul di akhir cerita hanya untuk menyempurnakan kedua pemeran utama. Tujuan hidupnya hanya untuk membalaskan dendam pada setiap orang yang dulu mencelanya hingga dia diambang kematian. Sekarang bagaimana jadinya jika Bulan memasuki salah satu peran dalam novel itu? Peran Rembulan Marliana Amarylis Antagonis perempuan yang menjadi sebab adanya bekas luka diwajah Sagara, apakah tekadnya untuk menjauhi peran jahat dirinya akan berjalan mulus saat keduanya malah terjalin dalam satu ikatan pernikahan?
To może też polubisz
Slide 1 of 10
MAHESA cover
Om Rony cover
Kaesar cover
Hypomone {ὑπομονή} || cover
AV cover
Antagonis's Secret Wife (OnGoing)  cover
AGASKAR [[ SUDAH TERBIT ]] cover
I'm the Protagonist cover
Starla cover
I'm Alexa cover

MAHESA

50 części W Trakcie

Hanya Aira Aletta yang mampu menghadapi keras kepala, keegoisan dan kegalakkan Mahesa Cassius Mogens. "Enak banget kayanya sampai gak mau bagi ke gue, rotinya yang enak banget atau emang gara - gara dari orang special?" Mahes bertanya sambil menatap tepat pada mata Aira. "Eh.. Tuan mau?" Aira mengerjapkan matanya. "Mau, gue mau semuanya!" Mahes merebut bungkusan roti yang masih berisi banyak, kemudian langsung membawanya pergi. Aira reflek mengejar Mahes. "Tuan kok dibawa semua? Aira kan baru makan sedikit," Aira menatap Mahes dengan raut memelas. "Mulai perhitungan ya lo sekarang sama gue." "Enggak kok, tapi kan rotinya enak, Aira masih mau lagi," Aira berkata dengan takut-takut. "Ga boleh!" Mahes langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga menuju kamarnya. Aira langsung cemberut menatap punggung Mahes yang mulai jauh. Cerita dengan konflik ringan