Bukan Pengganti Kakak

Bukan Pengganti Kakak

  • WpView
    Membaca 1,634
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 31, 2024
"Mari kita menikah" "HAH?" "Arsy ini rumah sakit" bagaimana tidak teriak, ia terkejud dengan ucapan itu, meski dia mengucapkan dengan nada dinginnya tapi kalimat yang dilontarkan Arka cukup membuat Arsy terkejut "Kakak becanda deh" "Saya serius" "Kenapa tiba tiba kakak ingin mewujudkan keinginan terakhir kak Yesy?" "Banyak alasan yang membuat saya menerima itu, saat kita sama sama terbangun karena memimpikan Yesy, saya memutuskan untuk sholat tahajud pikiran saya sangat kalut, setelah saya selesai berdoa saya mendengar suara itu suara yang sama seperti yang ada dimimpi saya, sejak hari itu saya bertekad meyakinkan diri kalau saya akan mewujudkan keinginan terakhir Yesy, dan hari ini sikap kamu membuat diri saya yakin untuk menjadikan kamu istri dan ibu untuk Dev" "Aku masih belum yakin untuk menikah dengan kakak" Tak pernah sekalipun Arsy bayangkan, seorang Arka Zaydan Hardiasyah yang seharusnya menjadi kakak iparnya justru akan menjadi suaminya. Sikap Arka yang dulu hangat pada kakak dan keluarganya kini berubah sangat dingin pada Arsy. Lalu bagaiaman pula dengan pacar Arsy jika mengetahui hal ini? Apa yang akan Arsy katakan nantinya.. Cover by.Pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#215
papamuda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • 27 FEBRUARI
  • ZiAron [END]
  • Promise Me ( END )
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • DIVIDED LOVE

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan