Demian?
  • WpView
    LECTURAS 43
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 9, 2024
"WOY CEBOL!!" Teriak seorang laki-laki dengan tinggi kisaran 182cm. Demian. Perempuan yang berada lumayan jauh di depannya itu tampak sedang berjalan bersama teman-temannya, mendengar teriakan dari laki-laki tersebut membuat ia dan teman-temannya berhenti berjalan dan menoleh ke arah laki-laki itu. "MANGGIL SIAPA LO?!" Tanya sang perempuan dengan nada yang sedikit tinggi, ditambah perempuan itu memang menjadi target tujuan Demian, ya, Elysia. Perempuan itu menatap Demian dengan nyalang. Laki-laki itu berlari kecil menghampiri tempat Elysia dan teman-temannya, ia sedikit menunduk menatap perempuan itu sejenak. Detik berikutnya, Elysia dibuat terkejut karena secara tiba-tiba Demian menarik tangannya dan berlari menuntunnya menjauh dari teman-temannya yang tertinggal dengan keadaan otak yang blank. ••• "Lu ga mau jadi pacar gua?" Elysia menoleh saat pertanyaan itu keluar dari mulut laki-laki yang berjalan di sampingnya, ia tampak diam sejenak, lalu menggelengkan kepalanya. "Kenapa?" tanya Demian heran pada Elysia saat melihat responnya, tentu saja pertanyaan darinya dibalas dengan gelengan kepala lagi. "Gapapa," "Gua beliin coklat sama es krim deh, sebox" Seperti mantra, mata Elysia seketika berbinar setelah mendengar ucapan Demian. Ia paling tidak bisa kalau tentang coklat dan es krim. Namun, ia tersadar, dan menggelengkan kepalanya lagi. "Ngga ah, nanti sakit gigi kalo kebanyakan makan manis-manis," Ucapnya. 'Nggak biasanya dia begini kalau denger kata coklat atau es krim..' ÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷=÷ Demian si rusuh, ketemu Elysia yang emosian dan selalu senggol bacok, akankah Demian menjadi kalem? Atau semakin rusuh dan tidak bisa diam?
Todos los derechos reservados
#112
taesan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • The Mafia, Mr. Choi
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Boyfriend-Kth
  • Happiness || sunsun
  • Black Out III
  • [✔] 𝙹𝚄𝚂𝚃 𝙰 𝙳𝚁𝙰𝙵𝚃 𝙾𝙵 𝙼𝚈 𝙼𝙸𝙽𝙳
  • Spoiled Boyfriend [SLOW UP]

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido