Perfect
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo tahu lagu 'Cinta tak Harus Memiliki' kan?" "Tahu, emangnya kenapa?" "Lagu itu nggak sepenuhnya salah. Cinta itu indah dan sakit disaat bersamaan, cinta itu bukan perihal saling memiliki. Tapi juga tentang bagaimana lo mengendalikan keegoisan lo, karena walau kita mencintai dia, dia juga berhak bahagia dengan pilihan nya." "Bukannya itu tidak adil?" "Memang, tapi itulah resikonya, bahkan tak jarang banyak yang egois. Satu hal yang perlu lo tahu, cinta akan adil pada saat dan orang yang tepat." Write: (Kamis) 27 Juni 2024 Published: 28 juni 2024 End: - Revisi: - ⚠Cerita ini hanya ada di Wattpad : Lafina_Zyaana⚠ Harap laporkan jika ada diplatfom atau akun lain.
All Rights Reserved
#44
perfect
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • DeKaNa (END)
  • Arlan (Selesai Dirombak)
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • The Heart Wants What It Wants (Tamat)
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  • Lovertone

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines