WONDERWALL [REVISI]

WONDERWALL [REVISI]

  • WpView
    Reads 13,637
  • WpVote
    Votes 1,371
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 24, 2026
DALAM TAHAP REVISI ................... Jesselyn Azriella Zevanya atau yang biasa dipanggil Jessa adalah seorang murid baru yang menyimpan lukanya dalam senyuman. Suatu hari ia tidak sengaja melihat teman sebangkunya bernama Narren sedang dibuli oleh Sean yang merupakan brandal sekolah karena suatu rahasia. Ia pun berniat membantu nya. Tapi justru karena itu membuatnya dalam masalah. Dia menjadi rebutan antara yang dibuli dan yang membuli. Siapakah yang akan memenangkan hatinya? Narren si green flag atau Sean si red flag. Dan apa rahasia yang mereka sembunyikan? ________________________________ "Ngapain liat-liat. Awas jatuh cinta." ~Jessa "Emang udah." ~Narren ________________________________ "Atau gua harus hamilin lo dulu biar lo bisa jadi milik gue seutuhnya." ~Sean "LO GILA!" ~Jessa "Iya gua tergila-gila sama lo." ~Sean ________________________ End : 12 Oktober 2024 ‼️ DILARANG PLAGIAT ‼️ ‼️ IDE ITU MAHAL ‼️
All Rights Reserved
#339
tubatu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines