THE NEXT ONE DIES

THE NEXT ONE DIES

  • WpView
    Bacaan 225
  • WpVote
    Undian 20
  • WpPart
    Bahagian 10
WpMetadataReadMatangCerita Lengkap Jum, Jul 26, 2024
WpInfo
Fiksyen
Seram
Assalamualaikum semuanya° - Gimana kabar kalian, semoga kalian semua selalu di beri kesehatan yah kawan - Di cerita ini saya akan memberikan cerita yang sangat menarik tentunya, dalam cerita ini banyak berbagai kisah. Dan nasib malang nya tertimpa oleh gadis di sebuah sekolah yang menjadi korban bullying. × cerita ini yang sebagai tokoh bernama fitri dia hanya sebatang kara. Dan tidak mempunyai siapa siapa. Fitri sekolah melalui jalur prestasi nya, karena itu fitri bisa melanjutkan sekolah SMA dengan prestasi nya. × - Bagaimana, sangat menarik bukan ceritanya, simak ceritanya sampe habis yah kawan - ° di biasa kan sebelum membaca, follow dulu yah kawan. Agar saya semangat membuat cerita selanjutnya ° ° dan jangan lupa juga tekan vote nya yah° { jangan sungkan untuk mengritik cerita saya. Karna kritikan kalian yg bikin saya semangat dan saya akan mengecek kembali apa yang kurang } × Thank youu × Selamat membaca semua
(CC) Attrib. Bukan Komersial. Sekatan Terbitan
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • The Dark and Light [Hiatus]
  • Who is She? [END]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • THE SECRET OF RELYAN
  • LOST IN CLASS [ TAHAP REVISI]
  • Di balik Tesmak
  • Nathina (Sudah Terbit)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi