Pulang
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Tentang diri yang tak pernah mampu menemukan jalan pulang. Diri yang kehilangan arah, yang berharap menemukan tempat untuk pulang. Bumi yang luas untuk sebatang diri yang kecil, seharusnya ada tempat yang dapat dituju untuk sekedar mengisi ruang yang sempit didalam diri. Tapi tidak, tidak ada tempatnya untuk pulang. Bahkan diri sendiri tak mampu untuk jadi tempatnya pulang. Harus sejauh apa lagi untuk diri ini bisa menemukan tempat untuk pulang. (Kisah ini hadir hanya untuk meluapkan rasa sesak yang bahkan tak dapat penulis luapkan dalam lisan. Bila ada yang memiliki rasa yang sama, boleh curahin seluruh sedihmu di sini. Penulis akan sangat senang bisa membantu mengurangi beban di dadamu)
All Rights Reserved
#61
kemarahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • Waktu?
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • SEPENGGAL LUKA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • AMERTA : The Last Embrace

Seberapa besar harapmu dalam ambisi yang begitu menggebu. Menempuh perjalanan bahagia dan luka, terbuai janji dan termakan waktu. Harap ku, semoga dirimu tidak pernah membenci siapapun dan tidak pernah menyalahkan keadaan dan begitupun tidak pernah membenci dirimu sendiri dan semoga selalu dalam kasih sayang Tuhan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Belajar mengenal lebih dekat dengan diri sendiri, mencintai tanpa batas, saling menghargai dan mendengarkan tanpa harus menuntut segala situasi dan kondisi yang ada saat ini. Terimakasih Tuhan dan terimakasih untuk diri saya sendiri, semoga semesta berpihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines