ARHAUKA
  • WpView
    Reads 816
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
"Ar, kamu tau ga sih, katanya kalau suka sama orang yang gasuka sama kita tuh bakalan menarik!!!" Ucapan Haura itu sontak membuat Arka menoleh kaget, namun Arka masih mendengarkan lagi ucapan Haura "Terus kalau ada yang suka sama kita, dan kita gasuka sama dia, itu bakalan ngebosenin!!" Sambung Haura membuat Arka tertawa remeh. Sialan jadi Haura lebih menyukai orang yang tak suka padanya? "Itu bego namanya,Haura, kalau orang yang kita suka, terus dia ga suka sama kita,itu bukan menarik, tapi sakit hati" Arka menanggapi ucapan Haura itu dengan tekanan dan nada yang serius, padahal Haura hanya membaca kalimat yang lewat di beranda sosial media miliknya " Tapi kalau di pikir pikir, iya tau!!! Lebih menarik kalo kita berjuang buat orang yang gasuka sama kita," ucap Haura tiba tiba menjadi serius, Arka yang tak mau kalah pun menanggapi ucapan Haura lagi. " Gue buktiin, kalo orang yang lo suka, sama orang yang suka sama lo, itu bakalan menang orang yang suka sama lo, lo suka Fatir kan? Gue suka sama lo, Hau" ucap Arka penuh dengan keyakinan, Haura yang mendengar itu membulatkan bola matanya. " Gue buktiin kalo orang yang suka sama lo, itu lebih baik dari orang yang lo suka, dari sini aja harusnya lo udah tau kalo yang bakal menang gue!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • We Are One
  • ON SIGHT (Completed)
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Im Yours.
  • DISA | broken
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • AILAH(END)✅

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines