5 Bukit Kematian (Revisi)

5 Bukit Kematian (Revisi)

  • WpView
    Leituras 482
  • WpVote
    Votos 268
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jul 25, 2025
Kematian tidak menunggu isyarat. Ia datang saat kita lengah, saat tawa masih hangat dan harapan belum sempat selesai. Yang tertinggal bukan hanya tubuh, tapi janji rahasia dan luka yang belum sembuh. Tidak ada yang benar-benar siap menghadapi batas. Bukan tubuh yang menggigil di ambang napas terakhir, bukan pula jiwa yang menjerit di tengah sunyi nya ruangan. Yang menakutkan dari kematian bukan akhir itu sendiri, melainkan segala yang membuat kematian itu menghampiri. Mereka pernah mengira hidup hanya tentang melangkah ke depan. Ternyata, hidup juga tentang memilih arah. Saat setiap langkah bisa membawa maut. Ada hari-hari ketika cinta tak lagi jadi pelipur, melainkan ujian yang mencabik tenang yang menyayat perlahan tanpa suara. Karena sejak saat itu. Hidup bukan lagi soal bahagia tapi soal hidup lebih lama, bersama-sama. Start: 28 Juni 2023 End: - -Don't plagiarize my work🚫🚫 -Murni dari kepala author. -Voment and follow kalo mau baca.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Teman Masa Kecil-ku Yang Misterius
  • Happy Ending
  • Angel (A Tale of Darkness)
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • Disguise Of A Girl Into A Boy
  • You're The Last ~ [END]
  • REINKARNASI (END)
  • [ END ] Broken Shadow
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo