Bard [Cloud Strife x Reader]

Bard [Cloud Strife x Reader]

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 23, 2024
WpInfo
Fanfic
Final Fantasy
"Aku tidak mau dengar nyanyianmu." "Ayolah hanya 3000 Gil saja!" Sebagai seorang Bard atau penyair (Full name) menghibur orang-orang dengan suara nyanyian dan petikan sitar yang selalu dia bawa kemanapun, mengembara dari satu tempat ketempat lain hanya untuk mencari uang demi memenuhi hidup kamu bersyukur punya bakat. Namun saat berusaha membujuk orang-orang untuk mendengarkan lagumu kamu malah ditolak mentah-mentah terutama oleh pemuda bersurai blonde dengan netra aneh jadi kamu memaksanya saja. . . [Self-Project series] . ©Final Fantasy VII Square Enix ©AruWriters135
All Rights Reserved
#484
red
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA LOU
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Pain of the Slayer
  • The Fifth Taste

Louisa Felina, atau Lou, adalah gadis dengan reputasi galak, cuek, dan susah didekati. Tapi di balik ekspresi dinginnya, dia adalah sosok penuh warna-suka menggambar, menulis cerita, menyanyi, dan menyayangi kucing lebih dari manusia. Dia spontan, ceroboh, dan kadang absurd, tapi justru itu yang membuatnya hidup. Reyhan Alfarezi adalah kebalikannya-cowok misterius yang lebih suka menyendiri di pojok kelas. Diam, penuh luka, tapi menyimpan kelembutan yang jarang ditemukan. Ia menyembunyikan masa lalu dan rasa sakitnya dalam sketsa-sketsa sunyi dan lagu-lagu patah hati yang tidak pernah ia nyanyikan keras-keras. Pertemuan mereka di bangku belakang kelas mengubah segalanya. Lou mulai membuka dirinya, dan Reyhan akhirnya merasa ada seseorang yang bisa mengerti dirinya tanpa banyak bertanya. Tapi hubungan mereka bukan kisah cinta biasa. Ada rahasia yang Reyhan sembunyikan, dan ada batas waktu yang terus berjalan di balik senyum tipisnya. Saat langit mulai runtuh perlahan, Lou menyadari bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk bertahan. Tapi mungkin, cinta tidak harus abadi untuk jadi nyata. "Kalau nanti gue enggak bisa balik, anggap aja kita pernah nyanyi di langit yang sama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines