F-Cup

F-Cup

  • WpView
    Reads 5,917
  • WpVote
    Votes 442
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2024
Wajar ketika seorang wanita memiliki keinginan memiliki tubuh ideal nyaris sempurna. Kurus, tinggi langsing -kutilang. Berpinggang sempit, lekuk pinggul menggoda bagai gitar Spanyol. Juga proporsi pantat montok yang padat. Satu lagi, jangan lupakan bentuk dada bulat menonjol sebagai aset penting untuk mendongkrak daya tarik lawan jenis. Tapi tidak dengan Hyuuga Hinata. Hinata tidak memiliki kepercayaan diri dengan ukuran buah dadanya. Ini sebuah kutukan. F-cup Ukuran yang semakin membuatnya tak mau menjalin hubungan dengan pria. . . "Tidak merasa sakit saat aku menyentuhnya?" Dari kanan ke kiri, Naruto mencermatinya satu per satu, juga ekspresi yang ditampilkan Hinata. Barangkali pasiennya ini menampilkan rasa sakit jika dia menekan di salah satu bagian. Naruto harus memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan milik perempuan ini. Hinata berpikir beberapa saat. Dia tidak merasa sakit sama sekali, justru dia merasa, "E-enak." Gaps! Hinata menutup mulutnya cepat-cepat. Matanya sudah berair, ia malu. Sangat malu sampai punya keinginan loncat dari jendela saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTERAKSI
  • Love Isn't Simple ✔
  • Mirai no Yakusoku (Janji Masa Depan)
  • Exist in Your Heart
  • The Deepest of Love (NaruHina) - END
  • [SasuHina]✔
  • Y O U
  • Mind
INTERAKSI

Kata orang cinta itu bagai kentut, Jangan ditahan nanti bisa jadi sakit perut. Itu yang saat ini di alami Naruto, dia suka Hinata tapi ragu untuk memulai. ******** "Belum ada jodohnya Ayah" , sebenarnya Hinata sudah bosan di tanya kapan nikah oleh Ayahnya, maunya sih segera tapi gimana, belum ada yang cocok. Malahan Hiashi juga terang-terangan mau mengenalkan gadis itu dengan anak koleganya, tapi selalu di tolak oleh Hinata, dan Hiashi juga tidak mau memaksa. "Yaudah kamu sama Naruto aja sana, kamu masih sendiri kan Nar ?" Naruto mengangguk antusias. "Masih yah, yuk Hin, kapan lagi coba" jawab Naruto dengan cengiran lima jari. Jodoh tidak ada yang tau, bisa jadi teman abangmu !!! Cover : Canva Naruhina Fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines