Sailor's Sin
  • WpView
    LECTURAS 26,635
  • WpVote
    Votos 1,216
  • WpPart
    Partes 36
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 31, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Romance Oscuro
Slow Burn
Enemies to Lovers
He is a sailor, but unfortunately I drowned in his ocean eyes until I ran out of breath and panted under him. "You are one of the sins I can take." "Katakan padaku apakah kau mencintaiku?" Gadis itu mendongak menatap pria itu, ada perasaan kesal yang coba gadis itu pendam sangat dalam di hatinya. Penampilannya nampak menyedihkan, ironisnya ia menanyakan kepastian dari pria tanpa hati di hadapannya. Sedangkan pria itu terkekeh kering tanpa humor. "Mencintaimu? Tidak. aku tidak mencintaimu." Pria itu diam sejenak menatap sosok gadis yang berdiri rapuh dihadapannya, mata rusa betinanya seolah-olah memohon. "Because i crave you." Pria itu bergumam suaranya rendah dan intens menatap sosok gadis dihadapannya dengan tatapan nafsu yang coba dia kendalikan. Tapi jauh di dalam hatinya ada perasaan aneh yang tidak peduli seberapa keras dia mencoba menyangkal, perasaan itu selalu menghantuinya. "Because i thirst for you, and because I'm addicted to you, Kamu terlalu cantik untuk diperlakukan seperti ini, dan apa yang kamu inginkan bahkan tidak terlalu banyak untuk diminta..." Trigger warning⚠️ toxic relationship, obsession, manipulative contract, and coerced intimacy.🔞 Please be wise in reading.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • MADNESS LOVE
  • Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update}
  • Impossible Wish
  • Side Chick ✅️
  • My Mr.gajeman (Lengkap Sudah)
  • ADDICTED [His Silence, Her Obsession] (TERBIT)

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido