Story cover for My Dearest Nemesis by _tuanputri
My Dearest Nemesis
  • WpView
    Reads 5,324
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 5,324
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jun 30, 2024
Jadi pengurus inti OSIS? Siapa sih yang gak mau. Satu sekolah bakal kenal. Itu yang dikatakan teman-temanku ketika mengajakku untuk menjadi pengurus OSIS SMA Gemilang. 

Bahkan mereka berhasil mencuci otakku untuk mencalonkan diri menjadi Sekretaris OSIS. Mungkin semuanya akan terasa mudah dijalani kalau saja bukan Cakrawala Airawan yang menjabat sebagai Ketua OSIS. 

Orang-orang mengenalnya sebagai sosok yang sempurna, cowok tampan dan berprestasi didalam maupun diluar sekolah. Tapi bagiku dia gak lebih dari titisan Thanatos, dewa kematian dalam mitologi Yunani. Gak pernah sehari saja dia membiarkan aku hidup dengan tenang.

Aurelina Putuwangsa, Sekretaris OSIS yang cantik setengah mati ini harus berurusan dengan Cakrawala Airawan Ketos tampan tapi galaknya gak ketulungan.

Gimana kisah ini selanjutnya?

***
All Rights Reserved
Sign up to add My Dearest Nemesis to your library and receive updates
or
#46choyihyun
Content Guidelines
You may also like
GHAVARI  by alghisty_
11 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
You may also like
Slide 1 of 9
Introvert Hangover [COMPLETED] cover
GHAVARI  cover
Bad Girl, I'm In Love [COMPLETED] cover
Raquilla cover
Garesh (Sudah terbit)  cover
AULIANAYA [END] cover
Ketua OSIS Vs Bullying Girl [Completed]  cover
PRETTY ICY! [END] cover
I'm Fine  cover

Introvert Hangover [COMPLETED]

36 parts Complete

Tessa pikir, menjadi murid SMA itu tidak jauh berbeda dengan menjadi murid SMP. Asal dia teguh pada pendirian, maka semuanya akan berjalan lancar. Namun, nyatanya semakin tinggi tingkatan sekolahnya, makin banyak pula yang harus dia hadapi. Dan berurusan dengan Edgar Samapta, Ketua OSIS di sekolah barunya, jelas tidak pernah masuk dalam rencana. ---------------------------------------- Buat obat penawar kangen zaman SMA First published: 05 Mar 2020 [Under 30k words]