Running After The Moon

Running After The Moon

  • WpView
    OKUNANLAR 232
  • WpVote
    Oylar 69
  • WpPart
    Bölümler 37
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Paz, Mar 2, 2025
[CERITA SUDAH LENGKAP] Alana Syafira, seorang gadis SMA yang juga bekerja sebagai penjaga warung, diam-diam menyimpan rasa kepada kakak kelasnya, Rudy Arkanza. Perasaan suka yang sebatas mengagumi dari kejauhan itu kemudian berubah, setelah pertemuan mereka di suatu malam dengan kondisi Rudy yang tak sadarkan diri. Mengubah dinamika hubungan mereka yang awalnya tak saling kenal, menjadi dekat. Namun, ada dilema lain yang harus dihadapi oleh Alana. © Maret 2025 cover by: @evinkaaraa (Instagram)
Tüm hakları saklıdır
#40
mengejar
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Memories in Moon
  • DEVANO
  • HeartBeat
  • ALLENA [COMPLETED]
  • DEAR MR.COLD
  • FISIO (Fisika × Biologi)
  • BENALUNA
  • LANGIT & BULAN
  • Accismus [END]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi