Epilog Tanpa Prolog

Epilog Tanpa Prolog

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Celine Althea Zara, nama cantik yang bermakna perempuan dari syurga yang menjadi penyembuh luka justru berbanding jauh dengan kehidupannya yang seperti neraka. Dimana keluarganya yang hancur, kerap di bully sekolah bahkan di benci oleh keluarganya sendiri karena masalalu yang tidak Celine ketahui. Masalah bertambah saat Celine menyukai ketua osis di kehudapan SMA yang baru ia mulai. Akankah cinta nya terbalas atau bahkan menjadi penambah luka bagi seorang celine?? "Lo itu cuma benalu di keluarga ini". tekan Aaron William, kakak Celine. "Seharusnya lo gak lahirrr". Teriak Cassandra Lee, kakak Celine the real cerita buatan sendiri, no plagiat. Kalo ada typo boleh di komen supaya di koreksi. Jangan bawa lapak orang kesini. aturan baca 1.Follow akun author 2.Boleh komen apapun asal sopan 3.Ramein cerita biar author rajin up 4.Jika ada kesamaan tempat cerita hanya kebetulan belaka 5.Happy Reading 6.Boleh panggil author kak Sky 7.Follow instagram Skyauroraaa_ Thank Youu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • BarraKilla
  • Because I'm Stupid (End)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • SELF LOVE
  • ALSTARAN [END]
  • AUDREY

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines