We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Auvera
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2024
WpInfo
Fanfic
RWBY
Berawal dari rolling class, berujung dengan suka sama temen sekelas. Merasa rolling class adalah sebuah becana, namun pada akhirnya ia merasa sangat beruntung karenanya. Awalnya sih memang tidak ada rasa, lama kelamaan karena sering sekelompok, ngelihat setiap hari, duduk berdekatan lagi. Tak disangka pula ternyata mereka juga satu kawasan rumah. Siapa yang bisa menolak jika perasaan itu hadir dengan sendirinya? Sudah dibuat jatuh suka dengan teman sekelasnya itu. Eh malah ada masalah baru yang dibuat oleh para abang mereka. Auvera yang mengetahui suatu hal itu hanya hal itu lantas hanya bisa tersenyum, rupanya ia salah tempat curhat. Bagaimana kelanjutan kisah Auvera Kathleen Gavesha dengan Arkano Rajendra? So, mari kita ikuti perjalanannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • WLIT [1] : When Love Isn't Talking
  • Shoplifting Heart
  • Choose You - PINDAH KE DREAME
  • LOVE for TIME
  • Mungkin Akhirnya Tak Jadi Satu
  • Kakak kelas Amburasud!
  • Semesta Angkasa | Teenlit ✔

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines