Kenangan? Kenangan memang epic, takdirlah yang memilinnya bagai puzzle dari segambar perjuangan. Persahabatan? Bagi tokoh-tokoh utama ini, persahabatan punya arti yang ternyata tak pudar oleh jauhnya tanah surga dan tanah Al-Muqaddas, sosok-sosok yang menjadi "mawar" satu sama lain. Perasaan? Ah, sudahlah. Bagiku (penulis), Haidar, Aisyah, dan Azalea, ketiga tokoh yang amat kurindukan itu, perjalanan memang menyuguh rasa di sana sini. Kitalah yang harus berbijak-bijak menyikapinya.
Dan ya, namanya juga Indonesia, layaknya kita sendiri yang punya kehidupan masing-masing, tak dipungkiri kita lena, tak dipungkiri kita jauh dari sempurna. Dan, namanya juga Palestina, kita mengenal baik mereka, apalagi sejak pengakuan mereka terhadap kemerdekaan kita bahkan sebelum proklamasi.
Cerita ini melintasi ujung-ujung benua dan waktu yang panjang. Mengabadi.
Oiya, satu hal, tulisan ini pertama kali dibuat jauh sebelum 7 Oktober.
All Rights Reserved