"My Enemy, My Lover." DELSHAN

"My Enemy, My Lover." DELSHAN

  • WpView
    Reads 17,402
  • WpVote
    Votes 909
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 9, 2025
"Pah, please lah, Aldo ga akan mau, atau pun niat nikah sama cewe modelan kayak dia pah. Dia tuh cewe nya kasar pah, intinya Aldo ga mau" Ucap Aldo yang kekeh, dan tak peduli akan ucapan nya itu. "Shani juga ga akan mau Pi, nikah sama modelan cowo jalanan kayak dia. Masih banyak Pi cowo di luar sana, kenapa yang papi, sama mami jodohin harus cowo kayak dia sih?!" Balas Shani dengan lebih kesal ke ke dua orang tua nya. "SHANI! ALDO! CUKUP! KALIAN SAMA AJA YA! NURUT ATAU KALIAN BERDUA KAMI USIR DARI RUMAH, DAN GA DAPAT HARTA WARISAN, FASILITAS, DAN APAPUN DARI KAMI LAGI! MAU KALIAN!?" Ucap Papa Aldo, Gracio Grace Harlan. "Sialan lo Shan, lu ga akan pernah tenang di tangan gue, gue bakal jamin hal itu. Hidup lu bakal sial di tangan gue Shani. Haha!" Batin Aldo, dengan senyum smirk.
All Rights Reserved
#80
delshan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Soulmate (ZeeDel) ✔
  • Gak Butuh Mami Baru [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Rumah Yang SEMPURNA Untuk Pulang Seasons2
  • Atma Niscala
  • POSESIF (END)
  • My Fierce Step Sisters
  • Flying hope (end)
  • ALTARSYA

Di balik kemegahan gedung kantor yang menjulang, ada satu sosok yang berdiri di puncak kesuksesannya, Zean Alvaro. Namanya dikenal sebagai CEO muda yang berprestasi, pemimpin yang disegani, dan figur yang dihormati. Di usia tiga puluh tahun, ia sudah mencapai lebih dari yang pernah ia impikan, membuat namanya tercatat dalam deretan pengusaha muda paling berpengaruh. Hidupnya penuh dengan jadwal rapat, tanggung jawab besar, dan kesibukan yang tak pernah henti. Namun, di balik gemerlap kesuksesan, ada satu hal yang selalu diingatkan keluarganya. Gracio, ayahnya dan Shani, ibunya tak pernah berhenti mengingatkan Zean akan satu pertanyaan yang selalu mengusik "Kapan kamu akan menikah?" Setiap kali Zean pulang ke rumah, pertanyaan yang sama terus diulang, apalagi oleh Christy, adik perempuannya yang tak henti-hentinya menggoda dan menyinggung soal jodoh. "Kapan aku punya kakak ipar?" candanya, setiap kali mereka bertemu. Meski sudah terbiasa dengan tekanan ini, jauh di dalam hatinya, Zean tahu bahwa pertanyaan ini lebih dari sekadar keinginan keluarganya untuk melihatnya menikah. Mereka ingin dia menemukan kebahagiaan yang selama ini ia abaikan dalam kesibukannya mengejar mimpi. Sampai akhirnya, di suatu pertemuan yang tak pernah ia duga, Zean bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Adel. Meskipun pertemuan itu singkat, ada sesuatu dalam diri Adel yang membuat Zean merasa tergugah. Mungkin, setelah semua waktu yang ia habiskan untuk mengejar kesuksesan, inilah saatnya untuk mempertimbangkan apa arti kebahagiaan sebenarnya bagi dirinya

More details
WpActionLinkContent Guidelines