CAKRAWALA: BUKAN SEKEDAR GENG
Di Bandung, ada satu geng yang namanya udah melegenda: CAKRAWALA.
Bukan cuma soal motor atau tawuran, tapi soal ikatan yang nggak pernah putus sampai tiga generasi. Dari zaman senior-senior dulu, sampai sekarang dipegang sama Aska-ketua paling ganteng sekaligus paling ngeselin, katanya.
Masalah pertama sama musuh bebuyutan mereka, Meteor dari sekolah Angkasa, katanya cuma gara-gara rebutan cewek. Klasik. Tapi lama-lama malah jadi warisan dendam yang nggak pernah selesai.
Setiap ada masalah, ujung-ujungnya adu otot. Kadang yang ribut seniornya, juniornya yang kena imbas.
"Gue udah bilang, jangan ganggu anak-anak Meteor kalo nggak penting."
Aska sering ngomong gitu, tapi yang lain malah pura-pura bego.
Ipall: "Lah dia duluan yang nyolek, Ka! Masa gue diem?"
Bara: "Udah lah, ribet amat. Lagian seru juga sih."
Idoy: "Bara mah galau itu. Makanya dikit-dikit ngajakin ribut."
Markas mereka? Bukan di kelas. Tapi di Warjo-warung hijau legendaris punya Bi Elis. Dari zaman ketua pertama sampai sekarang, Warjo selalu jadi titik kumpul.
Karena buat Aska dan anggota inti lainnya, Cakrawala itu rumah kedua.
Tempat mereka ketawa bareng, ribut bareng, galau bareng sambil ngopi sachetan.
Kadang hidup mereka konyol, kadang ribet. Tapi disuruh mundur?
Nggak akan pernah mau.
"PANTANG PULANG SEBELUM PADAM,
TERUS KEDEPAN PANTANG GETAR,
BERSATU MEMBELA KEBENARAN."
CAKRAWALA!
SOLID! SOLID! SOLID!
Penasaran sama lanjutannya?
Klik follow & kasih bintang biar aku makin semangat nulis cerita tentang Cakrawala!
Dijamin ada bagian yang bikin ngakak, baper, dan deg-degan!
Menjadi murid baru di Elysia School bukan masalah besar bagi Gista Fallencia gadis bad girl dengan aura berani dan percaya diri. Dengan motor sport hijau-hitamnya, ia melaju ke sekolah dengan kepala tegak, siap menghadapi siapa pun yang mencoba menantangnya. Tapi satu hal yang tidak ia duga...
Di sekolah ini, ada satu nama yang tidak boleh dilawan.
Rakha Daniswara.
Ketua geng motor Xavior, cowok yang dikenal dingin, berbahaya, dan ditakuti seantero sekolah. Tatapan matanya tajam seperti pisau, auranya gelap seperti malam tanpa bintang. Semua orang menghindarinya kecuali Gista.
Sejak pertama kali masuk kelas, ia sudah mendapat 'kehormatan' duduk di sebelah Rakha. Namun, bukannya takut, Gista justru menantang cowok itu dengan sikapnya yang blak-blakan dan tak kenal takut.
Dan itulah awal dari segalanya.
Dua kepala batu saling berbenturan. Perdebatan panas, tatapan dingin, dan perang dingin di dalam kelas menjadi makanan sehari-hari mereka. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang perlahan tumbuh sesuatu yang tidak mereka sadari.
Sampai akhirnya, tanpa bisa dicegah...
Gista menjadi satu-satunya yang bisa menembus tembok es Rakha Daniswara.
Dan Rakha... sadar bahwa sejak awal, hanya Gista yang mampu mengguncang dunianya.
Tapi bisakah kisah ini berakhir bahagia?
Karena dalam dunia Rakha Daniswara, tidak ada yang benar-benar aman.