Story cover for Yo Te Amo (Minsung)  by 4sehat5sempurna3
Yo Te Amo (Minsung)
  • WpView
    Reads 1,892
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 1,892
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jul 01, 2024
"..... 𝘠𝘰 𝘛𝘦 𝘈𝘮𝘰.... " From unknown

"huh? paan dah" hjs





"Min lo tau ga ini apa?" hjs

"Setau gue ini bahasa Spanyol, tapi gue lupa artinya apa. emang lo dapet dari siapa?" ksm

"Gatau tuh.." hjs




"Yo te amo dalam bahasa Spanyol berarti I love you" Google









"Sung, lu disuruh ke belakang sekolah" lfx

"Sama siapa? Kok lu tau?" hjs

"Dari kak changbin, dia disuruh sama temen nya" lfx

"Ck, siapa sih anjr" hjs









"K-kak m-mi-minho?! kenapa k-kak?"hjs

".......... " lmh








bxb area!!!⚠️




Before that, aku mau ngucapin makasih buat kak @Ddongie_ yang bisa meng-inspirasi aku hehehe.
All Rights Reserved
Sign up to add Yo Te Amo (Minsung) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
harmonic paths by jajajujaa_2
12 parts Ongoing
Langit di atas mereka mulai kehilangan warna keemasannya, berganti dengan semburat ungu dan biru tua yang perlahan menyelimuti cakrawala. Angin sore berhembus lembut, membawa ketenangan yang hanya bisa dirasakan ketika dunia mulai melambat. Han dan Lee Know duduk berdampingan di tepi danau kecil, kaki mereka menggantung di atas permukaan air yang memantulkan cahaya senja. Mereka tidak berbicara untuk beberapa saat, hanya menikmati momen tanpa merasa perlu mengisinya dengan kata-kata. Tiba-tiba, Han tertawa kecil, nada suaranya ringan namun penuh kehangatan. "u're weird." Lee Know langsung menoleh, memasang ekspresi tersinggung yang berlebihan. Matanya menyipit seolah meminta penjelasan. "No, I'm not." Han hanya tersenyum, sorot matanya lembut saat menatap sahabatnya itu. "It's okay, though. u're different-kinda unique. And I love weird. Makes life more interesting." "im normal right? compared to u?" Lee Know masih menatapnya dengan tatapan meneliti, seakan mencoba mencari apakah ada ejekan terselubung di balik kata-kata itu. Tapi Han tetap tersenyum dengan tulus, tanpa niat lain selain mengatakan apa yang benar-benar ia pikirkan. Setelah beberapa detik hening, Lee Know akhirnya menghela napas pelan, lalu menatap lurus ke arah danau. "I like normal too." Han tidak menjawab, hanya tersenyum kecil sebelum kembali menatap langit. Mereka tidak butuh banyak kata untuk mengerti satu sama lain. Dalam perbedaan dan keunikan mereka masing-masing, ada kenyamanan yang tidak perlu dijelaskan. Dan itu sudah lebih dari cukup. masih didalam revisi👹 sumpah sorry kalo gajelas soalnya yg bikin juga gajelas, anjay mantap selamat menikmati👊🏻🙌🏻
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ by nsrh1128
113 parts Complete
Mereka disuruh tinggal bareng oleh orang tuanya, dan tau alasan mereka disuruh tinggal bersama setelah seorang gadis mengungkapkan alasannya. Mereka itu definisi manusia punya visual yang bukan kaleng kaleng tapi ketutupan karena sikap mereka yang bobrok alami. Hingga suatu hari seorang wanita berhasil menghancurkan hubungan persahabatan salah satu dari mereka. Dan kekecewaan menghampiri mereka. "Masih SMA bobroknya udah gini,, gimana kalau besok?? "-mina "Bukan teman gw lu pada"-yugyeom "Siapa mereka?! Emang gw kenal?!"-bambam "Wawww kak nayeon montok anj!"-jungkook "Bentar,, gw ngapelin degem dulu"-mingyu "Blekping in your areahh~"-junhoe "Aku dimana?? Kalian siapa?? Emang kita kenal??"-eunha "WOY! BANG CHANYEOL GELUDH SAMA BANG KRIS ANJIR!!"-Yuju "AYO KITA GOYANG!! TARIK SEESS?! SEMONGKO!!"-Dokyeom "Kayaknya gw salah kelas deh,, assalamualaikum! "-chaeyeon "Kenapa cuman gara gara satu orang persahabatan kita jadi kayak gini??"-jihyo "Tega benar lu bikin gw jadi orang bodoh yaa woo??"-lisa "Gw kecewa sama lu yang mudah banget jadiin lisa mainan. padahal kita udah bareng dari jaman pake dot"-jaehyun "Sekali bangsat yaa nggak bakal berubah"-rose "Lu itu nggak ada bedanya sama bajingan. Ups! Mungkin derajat lu lebih rendah daripada bajingan"-jiho "Sekalipun lu sentuh lisa,, gw nggak bakal kasih ampun sama lu"-winwin "Gw baru datang disuguhin kenyataan yang kayak gini. Wow impresif!"-bangchan "Lu tanpa sadar bikin gw muak sama topeng lu tau nggak?!"-miyeon "Lisa udah gw anggap saudara gw. So,, sekali lagi lu sakitin lisa,, jantung lu gw donasikan ke singa"-minnie "Gw tau gw salah,, tapi bisakah kalian kasih gw kesempatan kedua??"-eunwoo "Gw bakal jagain lisa dari lu yang bangsatnya minta ampun. Karena mulai sekarang,, lisa udah jadi separuh nyawa gw"-jaemin "Gw bakal maju paling depan kalo kakak gw nangis karena lu"-Lucas PLAGIAT MOHON MENJAUH!! bahasa nonbaku dan kasar.
You may also like
Slide 1 of 8
harmonic paths cover
Mama Muda {ChanJin} || END ✓ cover
SOLD || Minsung cover
The Devil's Bargain || Minsung cover
Time(Changlix) cover
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ cover
Burik (changlix) cover
Three Little Words [Minsung] cover

harmonic paths

12 parts Ongoing

Langit di atas mereka mulai kehilangan warna keemasannya, berganti dengan semburat ungu dan biru tua yang perlahan menyelimuti cakrawala. Angin sore berhembus lembut, membawa ketenangan yang hanya bisa dirasakan ketika dunia mulai melambat. Han dan Lee Know duduk berdampingan di tepi danau kecil, kaki mereka menggantung di atas permukaan air yang memantulkan cahaya senja. Mereka tidak berbicara untuk beberapa saat, hanya menikmati momen tanpa merasa perlu mengisinya dengan kata-kata. Tiba-tiba, Han tertawa kecil, nada suaranya ringan namun penuh kehangatan. "u're weird." Lee Know langsung menoleh, memasang ekspresi tersinggung yang berlebihan. Matanya menyipit seolah meminta penjelasan. "No, I'm not." Han hanya tersenyum, sorot matanya lembut saat menatap sahabatnya itu. "It's okay, though. u're different-kinda unique. And I love weird. Makes life more interesting." "im normal right? compared to u?" Lee Know masih menatapnya dengan tatapan meneliti, seakan mencoba mencari apakah ada ejekan terselubung di balik kata-kata itu. Tapi Han tetap tersenyum dengan tulus, tanpa niat lain selain mengatakan apa yang benar-benar ia pikirkan. Setelah beberapa detik hening, Lee Know akhirnya menghela napas pelan, lalu menatap lurus ke arah danau. "I like normal too." Han tidak menjawab, hanya tersenyum kecil sebelum kembali menatap langit. Mereka tidak butuh banyak kata untuk mengerti satu sama lain. Dalam perbedaan dan keunikan mereka masing-masing, ada kenyamanan yang tidak perlu dijelaskan. Dan itu sudah lebih dari cukup. masih didalam revisi👹 sumpah sorry kalo gajelas soalnya yg bikin juga gajelas, anjay mantap selamat menikmati👊🏻🙌🏻