Abram: The Night

Abram: The Night

  • WpView
    Membaca 151
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 15, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Definisi hidup sebenarnya apa? Gue nggak tau pastinya apa. Banyak hal yang bisa kita raih di hidup ini tapi nggak semua orang tau pasti apa tujuan dari hidup? Gue juga masih bertanya-tanya akan hal itu. "hidup ini gak banyak yang gue minta, gue cuma pengen satu hal yang berharga. Salah satunya yang gue pengen...." "Abram mau apa?" "...." Sebuah analogi untuk mereka yang luka dan sembuh secara bersamaan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#274
jatuhcinta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 9096 (Complete)
  • S E N A N D I K A
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Two Wedding
  • REVANO UNTUK REVA
  • Second Choice?
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Suddenly Marriage
  • Bangun Cinta Satu Atap

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan