Daddy's Little Cat (oneshoot)

Daddy's Little Cat (oneshoot)

  • WpView
    Reads 2,546
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
" Rin?! perhatikan jalanmu!" "Rin? bisa ambilkan dokumen di assisten CEO?" "Khun Rin? tolong laporkan hasil lapangan kami pada presdir!" "Rin?..... "Rin.... "Riiinnnn......." OOOOOOHH!!! Kepalanya hampir pecah sekarang. Chawarin merasa namanya adalah malapetaka semenjak dia diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan raksasa ini setelah 3 bulan magang. Catat!! Chawarin sudah menjadi karyawan disini! tapi dia masih diperlakukan layaknya anak kecil yang bisa disuruh kesana kemari!! Helaan nafasnya yang berat selalu menjadi pusat perhatian sahabat satu mejanya. " Su su naa Rin!!" Kapan hari dimana Chawarin bisa menikmati pekerjaannya dengan tenang dan nyaman. Dia seperti menjadi tumbal para senior kantornya untuk berurusan dengan Presdir dalam hal apapun. Hanya karena Sang Presdir tak pernah menampakkan raut wajah mengerikan saat bicara padanya. Entahlah? Rin juga tak tahu alasannya. "Nong Rin? Bisa pergi ke ruanganku sebentar?" Dan hanya Chawarin. Satu-satunya karyawan biasa yang dipanggil dengan sebutan 'Nong' oleh Presdir.
All Rights Reserved
#234
zeenunew
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bandung Dan Segala Lukanya
  • Sistem banyak anak banyak berkah
  • [END] Perangkap yang dalam
  • My Boss Is OverHormone🔞 (VKook END)
  • Yoongi Appa_(Yoonmin) End
  • Personal Assistant! ✔️
  • [End] The Female Supporting Character Ran Off With The Bun
  • Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END]
  • Friends Special Edition (ChangKi)

"Bianca, kamu tampak sempurna. Apa kamu tidak lelah?" Aku menunduk, tersenyum pahit. "Kak, aku tidak sempurna... bahkan jauh dari kata itu. Aku terlalu kotor untuk disebut sempurna, bagaikan ulat kecil yang bersanding diantara kupu-kupu indah." Pikiran ku berkecamuk, aku tahu betapa kecilnya diriku-seperti beban yang tak diinginkan, hama yang tak berguna. Aku merasa kotor, lemah, menyusahkan. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa hidup begitu terasa menghukumku? Apa tujuan ku hidup? Apa yang membuat Tuhan, mentakdirkan diriku untuk terlahir di dunia? Namun, di tengah kekelaman itu, aku bertemu dengannya-Seovurt Skara Vieun. Kehadirannya seperti cahaya yang menembus dinding sepi di hatiku. "Kak Seovurt, kata orang Bandung itu indah," ucapku perlahan. Dia hanya tersenyum, tatapannya seakan melampaui waktu. "Memang, tetapi tidak dengan kenangan-kenangannya. Bandung terlalu menyakitkan untuk sekadar disebut kota kembang." Seovurt... Dia seperti payung di tengah badai. Memberiku perlindungan yang membuatku merasa berarti, meski hanya sejenak. Seovurt, entah mengapa kamu begitu hidup dalam hatiku. Tapi, bolehkah aku menjadi egois? Menginginkan dirimu seutuhnya, berada di sampingku setiap hari? Hidup bersama, hingga memiliki beberapa anak kecil versi mini dari mu dan aku. Indah bukan? Aku, selalu berharap kita di takdirkan oleh semesta begitu juga Tuhan. Semoga. Cr : pinterest © Saulmumz © Saaulmum ⚠️ Saya tidak plagiat dari cerita manapun!

More details
WpActionLinkContent Guidelines