GENDHIS JAWA

GENDHIS JAWA

  • WpView
    Lecturas 82
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 5, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasjawapride
Ta'dzim orang tua atau rajut cita cita? Gadis itu memiliki nama Roro Ayuning Lahita. Gadis Jawa tulen, yang amat mencintai budayanya. Sedari kecil, Ayla memiliki ketertarikan tersendiri di dunia seni. Seiring berjalanya waktu, ia pun mulai menekuni dunia teater. "Cinta itu bukanya dari ketulusan, ya? Lantas mengapa Rama meragukan kesucian Shita sebagai bentuk kesetiaan cinta?" -Roro °°°°°°°° Pemilik mata elang yang konon katanya tak memiliki teman. Terkenal pendiam, namun nyatanya bakat yang ia miliki begitu menyita atensi. Raden Abimana Wirya. Tak disangka, pemuda itu menyimpan ribuan rahasia yang ia pendam sendiri selama 17 tahun terakhir. Namun setelah bertemu dengan seseorang yang cukup unik, hidup pemuda itu sedikit berwarna, meski hanya sekedar bercak noda. "Setiap manusia memilik hak yang sama. Lalu mengapa, hak putri Prabu Baka terenggut oleh Bandung Bondowoso yang jatuh cinta?" -Raden
Todos los derechos reservados
#925
jawa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Timpang Tindih
  • Changing Antagonis (END)
  • AKSARALETTA
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Zo Untuk Zia
  • He's My Boy [End]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Senandung cinta untuk Alyssa(end)
  • Awas Jatuh Cinta
  • LAVANYA

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido