Pangeran Santri

Pangeran Santri

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 11, 2025
Nadin mengira ia tidak akan berurusan lagi dengan ustad Akbar setelah kejadian memalukan itu di masjid. "Alhamdulillah,ana gak kedapetan diajar sama beliau" "Eh,jangan ngomong gitu.Siapa tahu nanti SMA antum nahwu sharaf nya sama ustad Akbar?" "Ya,gak mungkinlah Pip"Nadin menjawab dengan penuh percaya diri.Padahal kan tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.o Bisa jadi pertemuan yang kita pikir menyebalkan justru adalah pertemuan yang kita nanti.Tidak ada yang tahu,kan.Karena hanya Allah SWT yang tahu apa yang kita butuhkan. Penasaran,kejadian apasih yang sampai membuat Nadin tidak mau berurusan lagi dengan ustad Akbar?Atau bagaimana reaksi Nadin saat dipertemukan lagi dengan ustad Akbar? YA MAKANNYA BACA DONG
All Rights Reserved
#335
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • BAD BOY AFAN
  • Gus Dosenku (End)
  • Anta Habibi Anta "AssHab2"
  • Arkansa
  • EXCHANGE
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Waiting For You [TAMAT]

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines