Lacuna

Lacuna

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
Luka itu datang menyergap tanpa kata permisi. Dengan topeng senyuman yang selalu terpahat hingga semua menjadi tau bahwa ia sebenarnya bahagia. Tapi, ia adalah seorang gadis lemah yang mudah menangis. Hanya bisa mengandalkan tulisan sebagai tempat pencurahan. Suatu ketika, ia berharap ingin menjadi tokoh utama di dalam ceritanya sendiri yang penuh dengan kebahagiaan. Ia sudah menyusun dengan sempurna bait demi bait kata itu. Ukiran luka itu sudah sempurna, ia harap bahagia akan menghancurkannya. Tapi, kehancuran itu semakin bertubi-tubi seakan hujan yang menghujam. Bangun ditengah kamar gelap yang bahkan ia tidak tahu itu dimana. Bagaimana cara keluar dari dunia yang tidak ia harapkan itu? Bukan cerita ini yang ingin ia masuki, tapi ini sudah terjadi. Ia harus bisa berjalan sampai selesai. Berbanggalah dengan karya sendiri!
All Rights Reserved
#21
lacuna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Naura & Lukanya
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Game of Hearts [REVISI]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Veyara Secret [END]
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • Poison Of Love

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines