Forbidden Love

Forbidden Love

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
-Cinta terlarang kita tidak akan diterima oleh dunia maupun agama yang penuh dengan norma- Kisah ini bercerita tentang seorang Sheren Elena yang akan memulai studinya di salah satu perguran tinggi Bandung. Perjalanannya di dunia perkuliahan ditemani Zoe Elren sebagai kakak tingkat dan juga seorang atlet basket putri. Namun, seiring berjalanannya waktu, ternyata mereka menyimpan perasaan satu sama lain. Mereka mengerti itu tidak seharusnya, oleh karena itu mereka lebih memilih untuk keep silent dan tidak saling mengungkapkan perasaan. Tetapi kita semua tau bahwa itu sangat menyakitkan. "i wish i was your lover" "sorry, i can't, it's wrong.."
All Rights Reserved
#566
gl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Felicity
  • Katalis rasa - [BL] [End]
  • Senja Kelana
  • DI HARI KELULUSAN
  • TEMAN?
  • Jatuh Cinta Sama Elo?! NO WAY!
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines