We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Yes me
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dijauhi dan didekati dalam waktu tertentu. Mereka berfikir mereka tahu banyak tentang diriku, nyatanya bahkan satu persen pun tidak mereka ketahui. Memiliki kekuatan supranatural menjadi hal yang menyenangkan, tetapi sulit juga. Melihat apa yang akan terjadi 10 menit kedepan?mudah bagiku. Sejak umurku 3 tahun aku sudah terbiasa dengan segalanya. Sampai aku sadar akan keberadaan kemampuanku yang lambat laun menjadi hal yang sangat mengganggu hari hariku, cape?tidak terkatakan. Seakan ada yang menggenggam tanganku dengan erat, gerakan tanganku menjadi terbatas, badanku terasa kaku, perutku mual, kepala terasa sangat berat seperti terinjak injak. Hingga saat ini aku sudah menjadi siswa SMP, aku masih merasakan hal ini. Sampai hari itu tiba...
All Rights Reserved
#152
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Voynich
  • Maaf✓
  • ATHAYA
  • Shivviness[END]
  • Kelas A [End]
  • ASRAR|
  • Hantu-Hantu di Tanah Pribumi
  • The Grey Of SAKARUNA
  • Meninggalkan Tanpa Pamit

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines