Walk In Memory

Walk In Memory

  • WpView
    Reads 555
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2024
Warning 🚫🚫 Beberapa part mengandung unsur 18+ "Bunda sudah rindu sekali ya sama ayah? " "Bunda boleh kok ketemu ayah. Mas, Abang dan Dedek akan antar bunda, nanti kalau udah ketemu ayah... jangan lupa buat pulang sesekali ya bunda- Jenguk anak anaknya bunda ini. Barengan sama ayah juga, ya..." Gamaliel menutup album foto ditangannya. Lalu menatap kedua adiknya yang sedang bercanda sembari memakan kue kesukaan ibu mereka dengan senyuman lebar. "Ayo, udahan dulu makan kue nya. Udah jam berapa ini? nanti malah keburu hujan, kita jadi gabisa kerumah ayah dan bunda" Ujarnya sembari berjalan temui kedua adiknya. "Iyaa mas. Tunggu sebentar ya, dedek ke atas dulu. Mau ambil barang nya bunda..." "Abang juga keatas ya, mas. Jaket ayah kelupaan, hehe.."
All Rights Reserved
#97
haruto
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • OUR LAST SCENE [HAERYU FANFIC] [END]
  • Abang - Hwang Hyunjin [SELESAI]✔
  • NAYAKA
  • Haykal dan Ceritanya || Haechan✨
  • KELABU BIRU [END] -REVISI
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • Bobrok Family [✓]
  • BROTHER || JICHEN

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines