Sepasang Mahkota [SUDAH TERBIT]

Sepasang Mahkota [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 601
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 5, 2024
Ini bukan sebuah cerita tentang seseorang yang dijodohkan, juga bukan tentang cerita seorang gus yang dicintai santriwati, tetapi tentang perjuangan seorang anak yang bermimpi 30 juz dapat ia selesaikan, seorang anak yang banyak lukanya dibanding bahagianya, seorang anak yang ditutupi dengan banyak kebohongan dan topeng kebahagiaan Perpisahan, kekerasan, luka, air mata tak jarang menyapanya ❏❏❏ "Bunda... bangun bentar boleh gak? Hasan bawain mahkota buat bunda" tubuh ringkih itu bersimpuh di makam yang kini sudah bertabur banyak bunga "Ayah.. Hasan berhasil ngafalin surah Al fath ❐❐❐ "Dasar anak gatau diri, ikut bunda mu sana" STAAASHHHH "Ampuuun ommm" tubuh Hasan ambruk hingga tak sadarkan diri ❐❐❐ "مِنَ الْجِنَّةِ والنِّاسِ Air mata mengalir deras dibalik kelopak mata indah Hasan, mimpi nya telah nyata ❐❐❐ "Hisan... Rumi pernah berkata dalam syair nya, 'aku ingin mencintaimu dalam kesunyian, karna dalam kesunyian takkan ada penolakan'
All Rights Reserved
#4
zpreligi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • AZZELINE || (END)
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • CINTA UNTUK ALYA
  • MAWAR PUTIH ALIZA [ REVISI ]
  • Love From Accident (Cinta Dari Ketidaksengajaan)
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • ALTHAZAIN
  • 𝐃𝐢𝐚 𝐆𝐮𝐬𝐤𝐮!
  • Gus Your Mine!

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines