Ba'af Maubes

Ba'af Maubes

  • WpView
    LECTURAS 162
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 4, 2024
"Ba'af Maubes" oleh Graceayu mengisahkan tentang masyarakat Insana yang menghadapi misteri dan keajaiban selama musim panen. Setiap kali mereka mempersembahkan upeti kepada Tuhan dan para tetua adat (amaf) di Rumah Adat Maubes di puncak gunung, upeti tersebut berubah menjadi abu. Para amaf berdoa meminta petunjuk hingga suatu hari seorang pria misterius dengan wajah hitam muncul. Setelah pria itu membasuh wajahnya, ia berubah menjadi sosok bercahaya yang diyakini sebagai utusan Tuhan (Usi Neno Mnanu). Dengan bimbingan pria tersebut, masyarakat Insana akhirnya dapat hidup dalam damai dan hasil tani mereka tidak lagi berubah menjadi debu. Cerita ini menekankan pentingnya kepercayaan, tradisi, dan rasa syukur serta mengajak pembaca untuk menghargai dan melestarikan budaya leluhur. Hai! Salam kenal saya Graceayu, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah cerita rakyat dari tempat wisata yang berada di Desa Letmafo, Insana Tengah, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Selamat membaca! 💌🌼
Todos los derechos reservados
#350
ceritarakyat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Secret Love Maze
  • Your Maps (END)
  • SuperWings:SuperPets inNewWonderTreeland
  • Awan Hiasan [terbit]
  • Untuk Neptunus
  • Beautiful Days Have Become Memories - Country Humans
  • Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng
  • (Book 2) Pertarungan Terakhir di Bhumi Javacekwara (END)

Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido