KACAMATA

KACAMATA

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
Harta dan Tahta, mungkin itu yang membuat banyak orang berkata bahwa aku adalah orang paling bahagia di dunia. Tapi, menginjak tahun ke enam dimana Ayah dan Ibu mendapatkan jabatan mereka. Hingga saat ini tidak ada sepercik kebahagiaan untuk ku. Ayah yang semakin tidak tahu aturan, Ibu yang selalu jarang ada di rumah. Bahkan kakak juga adik yang tidak segan segan untuk riya kepada orang lain. Kacamata yang orang lain gunakan untuk melihatku saat ini, berbeda dengan kacamata yang saat ini aku gunakan. Yang ku gunakan hanyalah kacamata yang tidak tahu arti kebahagiaan. Yang tidak bisa menemukan kebahagiaan hanya lewat harta dan tahta. Sahabat yang jauh dari kata tulus, keluarga yang jauh dari tuhan. Dan entah lah bagaimana pasanganku kelak. Apakah ada ditangan ku? Apa justru ayah sendiri yang menjodohkan ku dengan seorang politisi muda? Tujuan ku saat ini hanya satu, mengganti kacamata yang kini ku pakai menjadi kacamata seperti yang mereka ucap kan. "kacamata yang kini ku pakai bukan yang ku inginkan. Justru kacamata dari merekalah yang aku idam idam kan" -Zehra Ashana Damara Note : apabila ada kesamaan alur dan tokoh hanyalah ketidak sengajaan. Cerita ini berdasarkan khayalan penulis. Hope u like it!
All Rights Reserved
#14
terbit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Raina Maramitha
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • LUKA [END]
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Perkara Cinta Yumna
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines