KACAMATA

KACAMATA

  • WpView
    LECTURAS 132
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 19, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Harta dan Tahta, mungkin itu yang membuat banyak orang berkata bahwa aku adalah orang paling bahagia di dunia. Tapi, menginjak tahun ke enam dimana Ayah dan Ibu mendapatkan jabatan mereka. Hingga saat ini tidak ada sepercik kebahagiaan untuk ku. Ayah yang semakin tidak tahu aturan, Ibu yang selalu jarang ada di rumah. Bahkan kakak juga adik yang tidak segan segan untuk riya kepada orang lain. Kacamata yang orang lain gunakan untuk melihatku saat ini, berbeda dengan kacamata yang saat ini aku gunakan. Yang ku gunakan hanyalah kacamata yang tidak tahu arti kebahagiaan. Yang tidak bisa menemukan kebahagiaan hanya lewat harta dan tahta. Sahabat yang jauh dari kata tulus, keluarga yang jauh dari tuhan. Dan entah lah bagaimana pasanganku kelak. Apakah ada ditangan ku? Apa justru ayah sendiri yang menjodohkan ku dengan seorang politisi muda? Tujuan ku saat ini hanya satu, mengganti kacamata yang kini ku pakai menjadi kacamata seperti yang mereka ucap kan. "kacamata yang kini ku pakai bukan yang ku inginkan. Justru kacamata dari merekalah yang aku idam idam kan" -Zehra Ashana Damara Note : apabila ada kesamaan alur dan tokoh hanyalah ketidak sengajaan. Cerita ini berdasarkan khayalan penulis. Hope u like it!
Todos los derechos reservados
#12
damara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • LUKA [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Tentang Kota Ini
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Perkara Cinta Yumna
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido