REVENGE (ON GOING)

REVENGE (ON GOING)

  • WpView
    LECTURI 162
  • WpVote
    Voturi 40
  • WpPart
    Capitole 7
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare sâm, dec 14, 2024
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
"Gue mau jagain lo, Bel." "Janji jangan jatuh cinta sama gue ya?" "Lo tau? secantik-cantiknya bunga yang lo pegang sekarang, dia nggak ada apa-apanya dibandingkan lo." "kamu suka sama kak Bella ya kak?" "Lo nggak becus, Asean." "Lo harus gentle, Yan. Tunggu Bella sadar dan jauhin Amora, atau sebaliknya," "Gue nggak pernah jatuh cinta sama dia, Bi." •••••• Asean di hadapkan dua pilihan, antara menunggu wanita anggun penyelamatnya atau gadis cerewet yang tiba tiba datang di hidupnya. Asean bukan seseorang yang suka menunggu, apa lagi menunggu hal yang tak pasti. Tapi jika itu Bella, kenapa tidak? Selama apapun akan dia lakukan demi gadis dagu belah itu. Sayangnya, Sean melanggar janjinya sendiri, Menunggu Bella sadar dari komanya. Sean seolah lupa perasaannya kepada Bella. Dia terjebak pesona gadis pendek yang belakangan ini mencuri perhatiannya. Tanpa mencari tahu sebenarnya, Sean membiarkan hatinya jatuh sedalam-dalamnya kepada salah satu gadis itu. Lalu bagaimana dengan Bella? kita lihat nanti. •••••• Hai sob!👋🏻 its my first story! Cerita ini murni karangan aku sendiri. Semoga suka🤍 Untuk kalian yang berniat menjiplak karya aku, silahkan angkat kaki sekarang juga, terimakasih. Start : 29 october 2024 finish : - © Copyright By Windayss_
Toate drepturile rezervate
#561
kocak
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Hate Becomes Love [TAMAT]
  • Cinta Arsya
  • INDESIRABLE
  • AKASYA
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Alice
  • DARLENNA [TAMAT]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut