master buku mengantuk

master buku mengantuk

  • WpView
    LECTURAS 22,166
  • WpVote
    Votos 3,100
  • WpPart
    Partes 200
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 3, 2025
Ketika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk tidur dan membaca buku. Waktu berlalu, Bayu kini telah lulus kuliah di umurnya yang ke-22. Namun pada suatu hari Bayu tiba-tiba mewarisi artifak berupa perpustakaan yang tertanam di alam bawah sadarnya. Di dunia yang telah dipenuhi oleh mahluk-mahluk fantasi dan supranatural, Bayu sedikit bergairah untuk melakukan sesuatu dengan kekuatan barunya. "Mari buat dunia ini semakin kacau balau! Haaa... tapi kalau kupikir lagi, aku terlalu mengantuk, mendingan juga tidur." [Author : Hatentea]
Todos los derechos reservados
#410
malelead
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Between The Pages
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • My Queen from Southern Sea
  • Putri Tidur & Mawar Hitam
  • Madness
  • Library of Heaven's Path Ch. 1 - 200
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • Buku Sihir Calon Arang
  • master buku mengantuk II
  • MR. MORGAN

Di suatu tempat antara mimpi dan kesadaran, berdiri sebuah perpustakaan dengan penjaga yang duduk di kursi kayu berderit, dengan tangan penuh tinta. Ia menerima pengunjung seperti kartu-kartu tarot yang jatuh - dokter dengan tangan berdarah, raja dengan mahkota yang terlalu berat, anak-anak yang kehilangan dunianya, dan ksatria yang mencintai bayangannya sendiri. Rak-rak bukunya menjulang hingga kegelapan, menyimpan kisah-kisah yang belum selesai dan kebenaran yang belum siap ditemukan. Sang Penulis, dengan kemalasan yang mungkin hanya topeng, duduk di antara tumpukan kertas yang kadang terbakar dengan sendirinya, menonton drama kehidupan yang mengunjungi perpustakaannya seperti menonton hujan di balik jendela. Mungkin perpustakaan ini hanya metafora, mungkin juga tidak. Seperti cermin yang memantulkan apa yang kita takutkan untuk lihat, ia hadir untuk mereka yang berani mencari - meski tidak selalu menemukan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido