master buku mengantuk

master buku mengantuk

  • WpView
    Reads 28,273
  • WpVote
    Votes 3,523
  • WpPart
    Parts 200
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Ketika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk tidur dan membaca buku. Waktu berlalu, Bayu kini telah lulus kuliah di umurnya yang ke-22. Namun pada suatu hari Bayu tiba-tiba mewarisi artifak berupa perpustakaan yang tertanam di alam bawah sadarnya. Di dunia yang telah dipenuhi oleh mahluk-mahluk fantasi dan supranatural, Bayu sedikit bergairah untuk melakukan sesuatu dengan kekuatan barunya. "Mari buat dunia ini semakin kacau balau! Haaa... tapi kalau kupikir lagi, aku terlalu mengantuk, mendingan juga tidur." [Author : Hatentea]
All Rights Reserved
#485
malelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between The Pages
  • π‡π„πŠπ’π€π•πˆπ€π
  • library of heaven path (601-800)
  • master buku mengantuk II
  • Pangeran Kegelapan
  • Putri Tidur & Mawar Hitam
  • library of heaven path (201-400)
  • Library of Heaven's Path Ch. 1 - 200
  • Skies dΓ«r Heksa

Di suatu tempat antara mimpi dan kesadaran, berdiri sebuah perpustakaan dengan penjaga yang duduk di kursi kayu berderit, dengan tangan penuh tinta. Ia menerima pengunjung seperti kartu-kartu tarot yang jatuh - dokter dengan tangan berdarah, raja dengan mahkota yang terlalu berat, anak-anak yang kehilangan dunianya, dan ksatria yang mencintai bayangannya sendiri. Rak-rak bukunya menjulang hingga kegelapan, menyimpan kisah-kisah yang belum selesai dan kebenaran yang belum siap ditemukan. Sang Penulis, dengan kemalasan yang mungkin hanya topeng, duduk di antara tumpukan kertas yang kadang terbakar dengan sendirinya, menonton drama kehidupan yang mengunjungi perpustakaannya seperti menonton hujan di balik jendela. Mungkin perpustakaan ini hanya metafora, mungkin juga tidak. Seperti cermin yang memantulkan apa yang kita takutkan untuk lihat, ia hadir untuk mereka yang berani mencari - meski tidak selalu menemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines