Dakshina

Dakshina

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2024
Kepergian ibunya yang terbilang mendadak membuat bongkahan pertanyaan dikepalanya. Kalau saja dahulu ia tidak menuruti egonya, mungkin saja hatinya masih terhitung utuh. Katanya, setiap yang kita anggap penyakit cepat atau lambat akan menemukan penawarnya juga. Ya, ia kira demikian. Kepulangannya dari Korea dengan alibi ingin mengungkap kematian ibunya alih-alih menemukan dirinya dengan cerita masa kecilnya. Masa kecil yang berusaha setengah mati ia hapus dari hidupnya justru menjadi berdampingan dengan kehidupannya saat ini. Hal yang membawa kebahagiaan bermakna pasti akan datang dengan cara apa pun, Sementara kalimat itu yang selalu mengingatkan ia dengan ibunya.
All Rights Reserved
#57
baskara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Duka Devara
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Hidden Resonance
  • Jejak bayang
  • Summer & Spring [ON GOING]
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Lumen Spei. [Ongoing]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines