ALIBI
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
[WARNING BULLYING!!] Bullying yang terjadi di anggap hal yang biasa, baik bullying Verbal maupun non Verbal. orang-orang hanya menganggap hanya candaan saja, candaan yang hanya lucu bagi pelaku namun kerusakan bagi korban. 12 orang di salah satu Universitas terancam menjadi korban bullying, kenapa? apakah miskin? ataukah bodoh?. Tidak! Tidak pasti seperti apa korban mereka. Sera Artamega, perempuan yang cantik, feminim dan tidak menyukai kekerasan menjadi salah satu korban mereka. Menjadi target bullying terparah di angkatannya membuat Sera ingin menyerah. Namun di detik-detik rasa lelahnya, seperti sihir dan kejadiannya begitu cepat, jiwa seseorang masuk kedalam tubuhnya. jiwa yang bertolak belakang dengan prinsip Sera. Sera dan Sena. 2 jiwa dalam satu raga.
All Rights Reserved
#512
kekerasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • Queen Mafia & Demon
  • CEYRON ALLISTAIR
  • STOP BULLYING!!
  • 𝓑ehind the rain
  • Twins of Ruelle. (On Going)
  • Fiana Or Riana [ END ]
  •  THE NEXT ONE DIES

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines