Aku Rielle, lahir di kota Erakis, yang lain sama saja seperti orang lain, mungkin akan berbeda sedikit, ibuku dua.
Awalnya aku juga berdua, menurutmu apa yang membuatku jadi sendirian? kecelakaan? ya, mungkin mirip, dia tak sekuat aku katanya, tapi bagiku dia beruntung tak jadi anak pertama. Jadi dia hilang, kemudian pria itu mengangkat seorang anak dan menikahi perempuan asing saat ibuku hanya terbaring lemah, makanya ibuku jadi dua, ah sulit kusebut dia ibu, mirip iblis tepatnya.
Kisahku tidak sepenuhnya berputar di sini, ada yang lebih menarik. Aku ajak kalian ke dalam hal yang membuatku berpikir dan berlari sepanjang masa remajaku. Anggap saja aku tak ingin kisahku berakhir dengan sebegitu menyedihkan di belakang foto keluarga penuh senyum itu, akan aku tunjukkan senyuman paling sinis dalam ruang keluarga kelam itu. Apakah aku keturunan atau diturunkan? Apakah aku dikaruniai atau ini semua kutukan?
Ya di sini kita.... ayo silakan ikuti aku, perhatikan langkahmu, monster bisa saja mendengar!!
Cukup membuatmu tertarik? tidak? belum? ahh memang sulit tapi biarkan aku memegang tanganmu, menjelajah bersama lebih menarik bukan? Maka, kuajak kalian sedikit menepi, melihat perlahan. Tak perlu terlalu penasaran, sebab yang tak kau tahu akan jelas jika tetap diingat. Bertanyalah, apa yang kalian pikirkan ketika kata ini terbentuk? Cincin? Circle? Purpose? or else? nobody knows, right? Perlahan kita akan tahu.
Haga jadi ayahh??
[KARYA AKU ASLI YA. BUKAN TERJEMAHAN]
Haga tadinya adalah seorang laki-laki biasa yang bekerja keras sedari remaja untuk menghidupi dirinya dan adiknya.
Namun, sekarang Haga malah bertransmigrasi ke novel yang sering dibaca oleh adiknya. Yang lebih buruknya lagi peran Haga adalah seorang ayah yang sering mabuk-mabukan, memukuli orang, bermain dengan banyak wanita, dan melakukan kekerasan. Ditambah lagi, ia harus menjadi seorang ayah dari kedua anak kembar yang di masa depan akan menjadi antagonis dalam novel tersebut.
Ini seriusann???
-Haga
****
Ayah" suara anak kecil membangunkan Haga yang sedang tertidur.
"Ayahh" panggilnya lagi membuat Haga merasa risih.
"Ava lapar, ayah" suara anak kecil itu masih memenuhi telinga Haga.
"Kalo laper masak lah" Haga yang tadinya masih tertidur dalam posisi telentang, langsung membalikkan badannya hingga memunggungi asal suara.
"Tapi nggak ada makanan yang bisa dimasak, Ayah. Kian butuh makan, badannya panas"
"Ayah, Ava mohon. Kian sakit. Harus makan"
"Ayah" tidak henti-hentinya anak kecil itu menganggu Haga.
Haga tadinya merasa risih dan kesal karena tidurnya diganggu. Namun, tak lama ia merasakan ada hal yang aneh.
'Ayah??'
Mengapa ada yang memanggilnya ayah? Mana mungkin adiknya memanggil dirinya ayah 'kan.
Menyadari keanehan itu, Haga langsung membuka matanya.
Ia dapat melihat seorang anak kecil perempuan dengan badan yang sangat kurus dan tubuhnya penuh luka. Rambut panjangnya yang berwarna pink bergelombang juga terlihat kusut tidak beraturan.
"Kamu.... siapa?"
⚠️ Warning ⚠️
- Slow update
- Buat yang mau plagiat, hushhhh sana jauh-jauh, pergi dari sini