Past Present: Shooting Star

Past Present: Shooting Star

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
Melalui pertemuan pertama di cafe Moure, Maje dapat menyimpulkan bahwa Aika adalah sosok perempuan yang menarik. Gaya bicara khas dan pakaian nyentriknya sanggup membuat bibir Maje sakit menahan tawa. Laki-laki itu tidak pernah mengira Aika akan muncul dengan pasangan kebaya, lengkap dengan sanggul dan selendang panjang. Tanpa basa-basi, Maje menerima perjodohan mereka. Dia yakin hidupnya akan penuh warna jika dihabiskan bersama Aika. Aika kira hidupnya akan lebih menderita lagi saat dirinya harus menerima perjodohan untuk menggantikan kakaknya, Gita. Bayangan tinggal bersama laki-laki tua berperut gembul dan berkepala botak cukup membuat perut Aika mual. Namun, bagai tertabrak bintang jatuh, Aika justru menikahi suami kaya raya bernama Majendra Jenggala (bukan pak tua berperut buncit dengan kepala botak). Kehidupan rumah tangganya bersama Maje lebih indah dari taburan bintang di malam hari, lebih manis dari segelas teh yang dia minum di pagi hari, dan lebih menyenangkan dari hidup di rumah besar mamanya. Hingga tiba saat di mana Aika tak bisa lagi menemukan Maje. Laki-laki yang berjanji untuk pulang ke rumah di pagi hari itu tak pernah kembali untuk selamanya. Meninggalkan kerlipan bintang, teh hangat, dan setumpuk memori masa kecil bersama kepergiannya. Cover: © to pinterest dengan id weibo 西MDuo
All Rights Reserved
#112
jepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • Putri Matahari dan Pangeran Salju (2024)
  • Bad Boy Erlangga
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Family Absurd (Tamat)
  • [ COMPLETED] AFTER WORK
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Married Life (COMPLITED)✔
  • Antara Dendam dan Cinta

Di sebuah cafe sepi di sudut kota, Catherine duduk sendirian, menatap hampa ke dalam secangkir kopi dingin. Bayangan Raymond, kekasih yang telah tiada, menghantuinya tanpa henti. Masa bahagia mereka telah berubah menjadi penyesalan yang dalam. Catherine menyalahkan dirinya sendiri atas keputusan yang diambil karena ketakutan dan ketidaksiapan. Bayangan malam tragis itu membayangi setiap langkahnya, membuatnya terjebak dalam siklus penyesalan. Kehilangan Raymond menghancurkan Catherine, dia merasa terasing dan kesepian di tengah keramaian teman-temannya. Terjebak dalam kehampaan, Catherine terus mencari jawaban atas apa yang bisa dia lakukan berbeda. Di dalam hatinya, tersimpan harapan bahwa suatu hari nanti dia akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang baru. Hingga saat itu tiba, Catherine harus belajar memaafkan dirinya sendiri dan menghadapi bayangan masa lalu yang terus menghantuinya, berharap bisa menemukan cahaya di ujung lorong gelap yang kini menyelubungi hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines