Bunga Matahari

Bunga Matahari

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2024
--- Embun, seorang gadis yang penuh dengan semangat dan mimpi, tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah saat ia bertemu dengan Ithaar, kakak kelas yang mampu membuat hatinya berdebar. Pertemuan itu memulai kisah cinta yang manis, penuh dengan tawa dan kebersamaan. Namun, takdir memiliki rencana lain. Suatu hari, Ithaar pergi meninggalkan Embun dengan kenangan dan hati yang hancur. Setiap hari, Embun merindukan kekasihnya, berharap bisa bertemu lagi, meskipun hanya dalam mimpi. Terinspirasi dari lagu "Gala Bunga Matahari" oleh Sal Priadi, cerita ini menceritakan perjalanan Embun yang penuh haru dalam mencari makna cinta sejati. Dengan setia, Embun berharap kekasihnya kembali, bahkan jika hanya dalam bentuk "BUNGA MATAHARI" di dalam mimpinya. "Bunga Matahari" adalah sebuah kisah yang menyentuh hati, menggambarkan kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu, dan harapan yang terus menyala meski dalam kegelapan. Bersiaplah untuk terhanyut dalam cerita yang penuh dengan keindahan dan kesedihan ini.
All Rights Reserved
#370
matahari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit di Ujung Dapur (TERBIT)
  • Langit Bisu Bumi Bertanya
  • Trauma Is Real
  • EFEMERAL : Cahaya Yang Meredup
  • SKY "First Time"
  • Family Strength END✔️
  • The Last Birthday With You

Di sebuah rumah sederhana yang dindingnya mulai mengelupas dan atapnya bocor saat hujan turun, tinggal seorang ibu bernama Bu Saras, bersama ketiga anak lelakinya: Rega, Gibran, dan Damar. Mereka hidup dalam keterbatasan, namun dapur tua di belakang rumah selalu mengepul-bukan karena masakan yang mewah, tapi karena cinta dan harapan yang tak pernah padam. Setiap pagi, dari jendela kecil di ujung dapur itu, Bu Saras memandang langit yang sama-langit yang ia yakini akan menjadi saksi perjuangan anak-anaknya menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi Bu Saras, langit itu adalah simbol mimpi, doa, dan masa depan. Cerita ini mengikuti perjalanan panjang tiga anak laki-laki yang tumbuh dalam didikan keras namun penuh kasih seorang ibu yang memilih berlapar demi menghidupi mereka. Rega yang mengejar pendidikannya dnegan pengalaman, Gibran yang menemukan jati diri lewat seni, dan Damar, si bungsu yang diam-diam menyimpan impian besar yang bahkan tak berani ia ucapkan. Namun kehidupan tak selalu memberi waktu. Ketika mereka mulai mengecap sukses masing-masing, Bu Saras telah pergi-meninggalkan hanya kenangan dan langit biru di ujung dapur yang dulu menjadi saksi segalanya. Kini, mereka harus menemukan cara untuk membayar cinta yang tak pernah menagih, menyatukan kembali nilai-nilai yang diajarkan ibu mereka, dan menjadikan warisan paling sederhana itu-kasih sayang, ketekunan, dan ketulusan-sebagai pondasi kehidupan mereka. "Langit di Ujung Dapur" adalah kisah tentang cinta yang tidak bersuara, tentang pengorbanan yang tidak dipublikasikan, dan tentang bagaimana warisan paling berharga tidak pernah datang dalam bentuk harta-melainkan dalam bentuk arah dan makna hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines